NANGA BULIK – Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Lamandau. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) setempat menggelar pelatihan kepada pengurus lembaga ekonomi desa.
Sebanyak 44 pengurus BUMDes se Kabupaten Lamandau mengikuti pelatihan yang di laksanakan di Aula BKD Lamandau, Rabu 11 Desember 2019.
Kepala DPMD Lamandau, Muriadi mengatakan, pelatihan tersebut untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDes, dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan, sehingga dapat menjadi lembaga ekonomi di lingkup desa yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat.
“Sesuai program prioritas Pemerintah Daerah yakni satu desa satu BUMDes. Maka dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi para pengurus. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini seluruh peserta dapat meningkatkan kwalitas pengelolaan dan keuangan pada BUMDes di desanya masing-masing,” ungkap Muriadi.
Dikatakan Muriadi, sebanyak 43 desa telah memiliki BUMdes, kurang lebih 50% dari jumlah 85 desa yang ada di Kabupaten Lamandau. Dalam 5 tahun Kepemimpinan Bupati Hendra Lesmana kedepan, ditargetkan setiap desa yang ada di Lamandau telah memiliki BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III, Albert Jackat mengatakan, pemerintah Kabupaten Lamandau memprioritaskan pendirian BUMDes. Bahkan, hal ini tertuang dalam program prioritas Bupati Lamandau yakni Satu Desa Satu Bumdes.
“Pemkab Lamandau secara serius dan sungguh – sungguh akan memfasilitasi pembentukan lembaga usaha desa dalam mewujudkan pengembangan basis ekonomi kreatif di pedesaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, BUMDes merupakan lembaga ekonomi yang beroperasi di pedesaan. Diharapkan keberadaannya menjadi wadah menggali dan memanfaatkan kebutuhan dan potensi desa yang bermuara pada kesejahteraan warga dan pemerataan ekonomi.
“Kita semua harus optimis ke depan setiap desa di Lamandau memiliki BUMDes, selain sebagai mesin uang bagi desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa, juga sebagai pendorong bagi setiap desa untuk bersaing secara positif dalam menggali dan memanfaatkan potensi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bumi Bahaum Bakuba,” tukasnya.
(btg/matakalteng.com)
















Discussion about this post