NANGA BULIK – Kebakaran lahan kembali terjadi, jenis lahan gambut yang dikenal sulit ditaklukan apabila terjadi kebakaran ada di wilayah desa Kujan Nanga Bulik kabupaten Lamandau Kalimantan tengah. Tidak kurang dari 10 hektare lahan gambut telah terbakar sejak tanggal 30 Oktober 2019 lalu.
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten lamandau yang baru, Edison Dewel, saat di jumpai wartawan di lokasi kebakaran, Kamis 7 November 2019 membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya selama satu pekan ini, sejak tanggal 30 Oktober lalu telah terjadi kebakaran lahan gambut. Data yang saya terima seluas 10 hektare dengan status lahan milik masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan, petugas gabungan dari BPBD dan Damkar Kabupaten Lamandau terus melakukan pemantauan dan pemadaman. “Kendala yang di hadapi oleh petugas di lapangan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut seperti ini yakni sulitnya mendapatkan sumber air dan akses menuju titik api yang sulit ditembus dengan kendaraan,” jelasnya.
Menurutnya penyebab kebakaran ini belum diketahui secara pasti. “Hingga saat ini petugas yang berwenang sedang menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran ini, harapan kita dengan kondisi cuaca yang sangat panas ini, kebakaran dapat ditanggulangi, sehingga dampaknya tidak sampai mengganggu masyarakat,” tukasnya.
Edison Dewel juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat dan semua pihak agar berhati-hati ketika membuang puntung rokok di lahan karena dapat mengakibatkan bencana yang membahayakan semua orang.
Hingga hari ini, Jumat 8 November 2019, upaya penanggulangan kebakaran terus berlangsung, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di area kebakaran.
(btg/matakalteng.com)
















Discussion about this post