SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh perusahaan skala menengah dan besar untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rafiq Siswandi, saat membuka kegiatan Ngibar (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 bersama perusahaan skala menengah dan besar di Sampit.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan perwakilan perusahaan yang telah meluangkan waktu berharga di tengah kesibukan operasional yang padat untuk hadir dan berkomitmen menyukseskan agenda nasional ini,” ujar Rafiq, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Melalui SE2026, pemerintah akan memperoleh gambaran lengkap mengenai aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang akurat. Bagi pemerintah daerah, data ini sangat penting untuk menyusun perencanaan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi daerah secara lebih tepat,” katanya.
Rafiq menambahkan, manfaat sensus ekonomi tidak hanya dirasakan pemerintah. Dunia usaha juga dapat memanfaatkan hasil sensus sebagai dasar analisis pasar, membaca peluang usaha, hingga menyusun strategi pengembangan bisnis yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah.
Ia menilai peran perusahaan menengah dan besar sangat vital karena menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Struktur ekonomi Kotim selama ini ditopang sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan seperti CPO dan turunannya, serta sektor perdagangan.
“Perusahaan skala besar dan menengah adalah pilar utama roda penggerak sekaligus jangkar ekonomi daerah. Karena itu, akurasi data yang diberikan akan sangat menentukan wajah ekonomi Kotawaringin Timur di tingkat nasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Kotim bersama BPS menginisiasi kegiatan Ngibar sebagai solusi praktis agar pengisian kuesioner sensus dapat dilakukan secara langsung dan tuntas pada hari yang sama.
“Saya meminta dan mengimbau agar pengisian kuesioner SE2026 secara online ini dapat diselesaikan dengan baik, lengkap dan tuntas pada hari ini. Manfaatkan keberadaan petugas dan pendamping BPS untuk berkonsultasi apabila ada kendala teknis,” ujarnya.
Rafiq juga menegaskan bahwa perusahaan tidak perlu khawatir terhadap kerahasiaan data yang disampaikan. Seluruh data responden dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
“BPS wajib menjaga kerahasiaan data yang disampaikan oleh responden. Jadi jangan ragu untuk menyampaikan data yang dibutuhkan dalam sensus ekonomi ini,” katanya.
Sementara itu, Rafiq menjelaskan bahwa SE2026 menjadi momentum penting untuk memetakan perkembangan ekonomi yang terus berubah dalam satu dekade terakhir.
Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan. BPS sendiri mulai melaksanakan SE2026 sejak Mei 2026 dengan pendataan seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha mikro, guna menghasilkan potret ekonomi Indonesia yang lebih lengkap dan akurat.
Rafiq secara resmi membuka kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Kotawaringin Timur dan mengajak seluruh perusahaan menjadi bagian dari penyediaan data berkualitas untuk pembangunan daerah dan nasional.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post