SAMPIT – Menjelang penerbangan perdana maskapai Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit pada 12 Juni 2026, pengelola bandara bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah upaya pencegahan genangan air di kawasan bandara, terutama saat hujan deras yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan langkah normalisasi saluran air yang saat ini dilakukan pemerintah daerah merupakan bentuk antisipasi agar debit air dari wilayah sekitar tidak mengalir dan menumpuk di kawasan bandara.
“Jadi kita mencegah saja adanya genangan air di bandara. Kami berkoordinasi dengan teman-teman pemerintah daerah untuk membantu terkait pengairan yang mengarah ke bandara. Harapannya kalau ini sudah lancar, semua aliran air tidak masuk ke kawasan bandara,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Haris, persoalan genangan memang sempat terjadi sebelumnya, namun tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan karena air dapat surut dengan cepat. Meski demikian, pihak bandara tidak ingin mengambil risiko mengingat aspek keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama.
“Pernah ada genangan, tetapi cepat surut. Tidak sampai menghambat operasional penerbangan. Namun kalau bisa dicegah tentu lebih baik sehingga tidak ada genangan sama sekali, walaupun hanya sebentar,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan air di sekitar area operasional bandara tetap harus menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi aspek keselamatan dan kenyamanan pelayanan penerbangan.
“Kalau dari sisi keamanan dan keselamatan memang harus diperhatikan. Makanya kita sebisa mungkin tidak memberi peluang adanya kondisi yang bisa mengganggu operasional,” tegasnya.
Haris mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Kotim yang langsung turun melakukan penanganan di lapangan setelah menerima laporan mengenai kondisi saluran air di sekitar bandara.
“Alhamdulillah segera direspons oleh pemerintah daerah. Ini memang lebih kepada tindakan antisipasi karena cuaca sekarang tidak menentu. Kadang hujan deras datang tiba-tiba,” ujarnya.
Menurutnya, langkah normalisasi saluran air bukan hanya untuk mengatasi kondisi saat ini, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang dalam menjaga kelancaran operasional Bandara H Asan yang menjadi pintu gerbang transportasi udara bagi masyarakat Kotim dan wilayah sekitarnya.
Selain penanganan drainase, pihak bandara juga terus mematangkan persiapan teknis menjelang kedatangan perdana Super Air Jet yang akan membuka rute langsung Sampit–Jakarta. Kehadiran maskapai tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah Kalimantan Tengah bagian timur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak Super Air Jet. Langkah-langkah teknis yang diperlukan terus kami siapkan sehingga pesawat dapat melakukan take off dan landing dengan aman,” kata Haris.
Ia menegaskan koordinasi akan terus dilakukan hingga hari pelaksanaan guna memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai rencana.
“Kita terus berkoordinasi sampai hari H. Semoga semuanya berjalan lancar seperti yang kita harapkan,” ujarnya.
Terkait antusiasme masyarakat terhadap penerbangan baru tersebut, Haris mengaku pihak bandara belum menerima data terbaru mengenai jumlah penumpang karena informasi tersebut berada pada pihak maskapai dan bagian pemasaran.
“Kalau terkait jumlah penumpang kami belum update karena itu biasanya berada di bagian pemasaran maskapai. Kami lebih fokus pada kesiapan teknis operasional di bandara,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan seluruh fasilitas dan layanan bandara siap mendukung operasional penerbangan baru tersebut.
Haris juga optimistis jadwal penerbangan perdana Super Air Jet yang sempat mengalami penyesuaian sebelumnya dapat terlaksana sesuai rencana pada 12 Juni mendatang.
“Insya Allah fix tanggal 12. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar semuanya berjalan lancar,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Super Air Jet akan melayani rute langsung Sampit–Jakarta setiap hari melalui Bandara H Asan. Kehadiran maskapai ini diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas transportasi udara, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, perkebunan, investasi, dan pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur dan wilayah sekitarnya.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Kotim dan pengelola Bandara H Asan berharap penerbangan perdana Super Air Jet dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi awal peningkatan layanan transportasi udara yang lebih baik bagi masyarakat.
(dia/matakalteng)















Discussion about this post