SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggenjot program cek kesehatan gratis (CKG) dengan strategi jemput bola, menyusul masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa capaian program CKG tahun 2025 baru mencapai sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan.
“Kendala utama kita adalah respon masyarakat yang masih rendah. Padahal ini untuk kepentingan mereka sendiri, untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti mendorong peningkatan partisipasi, bahkan akan turun langsung ke lapangan hingga tingkat RT untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan.
“Kita akan jemput bola, turun ke desa, ke RT-RT, seperti saat vaksinasi Covid-19 dulu. Ini akan kita gerakkan kembali tahun ini,” tegasnya.
Program CKG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi deteksi tekanan darah, gula darah, hingga skrining penyakit tertentu.
Selain itu, Umar memastikan bahwa seluruh layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kotim tetap gratis selama masih dalam cakupan layanan puskesmas dan pustu, termasuk layanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang buka 24 jam.
“Selama masih dalam layanan puskesmas dan pustu, itu gratis. UGD juga kita buka 24 jam untuk memastikan masyarakat tetap terlayani,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan layanan kesehatan primer terus dilakukan, baik melalui pemenuhan alat kesehatan maupun tenaga medis secara bertahap.
“Memang masih ada kekurangan, tapi tahun ini kita akan lengkapi lagi alat kesehatan untuk mendukung layanan primer,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengembangan fasilitas kesehatan juga terus berjalan, termasuk proses registrasi puskesmas baru di wilayah utara Kotim yang saat ini masih dalam tahap administrasi di tingkat provinsi dan pusat.
“Kita optimalkan dulu tenaga yang ada sambil menunggu proses registrasi selesai. Setelah itu baru kita launching,” katanya.
Dengan strategi jemput bola dan penguatan layanan dasar, Dinkes Kotim berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan meningkat, sehingga berbagai penyakit dapat dideteksi lebih dini dan ditangani lebih cepat.
“Harapan kita, masyarakat tidak menunggu sakit dulu baru berobat. Tapi rutin cek kesehatan agar kita bisa mencegah sejak awal,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post