SAMPIT – Penyelenggaraan angkutan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resmi berakhir dengan tingginya jumlah pergerakan penumpang menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
“Terjadi peningkatan cukup signifikan. Selain jumlah armada yang lebih banyak, secara persentase kami mencatat kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit yang juga Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, Jumat 20 Maret 2026.
Selama periode 13 hingga 19 Maret 2026, total penumpang yang diberangkatkan melalui pelabuhan tersebut mencapai 6.638 orang, sementara penumpang yang datang ke Sampit tercatat sebanyak 968 orang. Tingginya angka keberangkatan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut sebagai pilihan utama mudik.
“Sepanjang masa angkutan Lebaran, aktivitas di pelabuhan berlangsung padat dengan hampir seluruh kapal berangkat dalam kondisi penuh. Meski demikian, operasional tetap berjalan tertib dan aman berkat koordinasi lintas instansi serta kesiapan petugas di lapangan,”tegasnya.
Pada hari terakhir, dua kapal melayani keberangkatan pemudik. KM Dharma Rucitra VI lebih dulu berlayar menuju Semarang dengan membawa 525 penumpang. Selanjutnya, KM Kirana III menjadi pelayaran penutup yang bertolak menuju Surabaya dengan mengangkut 770 penumpang serta menurunkan 144 penumpang di Sampit.
“Secara keseluruhan, Pelabuhan Sampit telah melayani 7 kunjungan kapal dari total 12 yang dijadwalkan selama periode angkutan Lebaran tahun ini,” ucapnya. Berakhirnya arus mudik menandai dimulainya persiapan arus balik. Otoritas pelabuhan memperkirakan kedatangan penumpang dari Pulau Jawa akan mulai terjadi pada 24 Maret 2026, dengan intensitas yang terus meningkat pada hari-hari berikutnya.

Sementara itu aktivitas transportasi udara di Bandara H Asan Sampit mengalami peningkatan signifikan selama periode arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, dengan total pergerakan penumpang mencapai 3.369 orang sejak posko angkutan dibuka pada 13 hingga 18 Maret 2026.
“Tahun ini ada peningkatan dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena ada tambahan maskapai, sehingga jumlah penerbangan ikut bertambah,” ujar PIC CAPT Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, Jumat 20 Maret 2026.
Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya frekuensi penerbangan yang kini dilayani dua maskapai, yakni Nam Air dan Wings Air. Selama periode tersebut, tercatat 48 pergerakan pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan, meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 24 pergerakan.
Tak hanya penumpang, volume kargo juga mengalami kenaikan menjadi sekitar 15.044 kilogram. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sekitar 14.964 kilogram dengan total penumpang 2.843 orang.
“Dominasi perjalanan menuju Pulau Jawa masih terlihat pada arus mudik tahun ini. Rute menuju Jakarta, Semarang, dan Surabaya menjadi yang paling diminati, dengan tingkat keterisian kursi yang hampir penuh di setiap penerbangan,”ujarnya.
Alfiansyah memastikan seluruh operasional penerbangan selama masa angkutan Lebaran berjalan dengan aman dan lancar. Meskipun sempat terjadi keterlambatan, kondisi tersebut masih tergolong wajar dan tidak mengganggu keseluruhan layanan kepada penumpang.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post