SAMPIT – Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati bersama sejumlah instansi melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi wisata menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang diperkirakan akan memadati tempat-tempat wisata selama libur Lebaran,” ujar Irawati, Senin 16 Maret 2026.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah memberikan sejumlah imbauan kepada para pengelola tempat wisata agar meningkatkan standar keselamatan bagi pengunjung. Hal itu meliputi penyediaan sarana keamanan serta menambah petugas yang bertugas menjaga keselamatan di area wisata.
Selain meninjau tempat wisata resmi, rombongan juga mendatangi lokasi bekas galian C yang sebelumnya sempat menelan korban. Irawati menegaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya bukanlah kawasan wisata, namun dikhawatirkan dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur karena terbatasnya pilihan tempat wisata di daerah tersebut.
“Kami juga meninjau tempat bekas galian C yang kemarin sempat ada kejadian dan memakan korban. Ternyata itu sama sekali tidak digunakan untuk wisata, tetapi kami tetap menjaga agar jangan sampai karena kurangnya tempat wisata di Kabupaten Kotim lalu masyarakat memanfaatkan lokasi itu untuk berwisata,” katanya.
Untuk mencegah masyarakat masuk ke lokasi berbahaya tersebut, pemerintah meminta akses menuju area bekas galian ditutup secara permanen.
“Untuk bekas galian C itu kami minta ditutup, jadi dipasang portal di jalannya agar orang tidak bisa masuk. Tapi kadang-kadang ada anak-anak yang masih nakal, menurut pengakuan penjaga mereka masuk melalui hutan. Karena itu kami juga meminta kepada pengelola agar benar-benar menutup akses tersebut,” tegasnya.
Dalam peninjauan itu, pihaknya juga menemukan adanya tulisan yang seolah-olah menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat wisata dengan tarif masuk tertentu. Tulisan tersebut langsung dilepas karena dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi masyarakat.
“Tadi juga ada tulisan yang seakan-akan tempat itu boleh dimasuki dengan membayar Rp5.000 dan ada larangan membawa makanan dari luar. Tulisan itu kami copot karena seolah-olah menunjukkan tempat itu legal sebagai wisata, padahal itu bukan tempat wisata dan tidak memiliki izin,” ungkapnya.
Irawati juga memprediksi jumlah pengunjung di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, akan meningkat signifikan saat libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemerintah daerah pun menyiapkan tim gabungan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan yang datang ke destinasi wisata tersebut.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, pemerintah daerah telah menurunkan sejumlah tim gabungan yang akan bertugas selama masa libur Lebaran di kawasan tersebut.
“Kami menurunkan tim di sana untuk berjaga-jaga. Ada Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), BPBD, juga dari Polres Kotim. Biasanya TNI juga ikut berjaga di sana, termasuk dari Dinas Kesehatan yang siap memberikan pelayanan jika dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Ramadansyah menilai persoalan sampah sering menjadi tantangan di lokasi wisata ketika jumlah pengunjung meningkat drastis. Oleh karena itu, pengelola wisata diharapkan menambah fasilitas tempat sampah agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau pengunjung sudah ramai biasanya tempat sampah kurang, jadi perlu ditambah. Kalau orang banyak otomatis sampah juga banyak. Artinya tempat sampah harus diperbanyak agar masyarakat terbiasa membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post