SAMPIT – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyampaikan bahwa Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit resmi dilaksanakan selama 18 hari untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik melalui jalur laut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Kami baru saja menghadiri pembukaan posko tingkat nasional yang dibuka oleh Menteri Perhubungan bersama Wakil Menteri Perhubungan di Kantor Kementerian Perhubungan yang diikuti oleh kementerian, lembaga dan instansi terkait. Setelah mengikuti rangkaian tersebut, kami juga membacakan sambutan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan kemudian menyerahkan rompi kepada petugas jaga yang akan bertugas selama penyelenggaraan posko,” ujar Hotman Siagian, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan pemerintah pusat, Posko Angkutan Lebaran tingkat nasional tahun 2026 dilaksanakan mulai Jumat, 13 Maret hingga 30 Maret 2026 atau sekitar 18 hari. Selama periode tersebut, berbagai instansi di Pelabuhan Sampit akan bersinergi memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Selama penyelenggaraan posko di Pelabuhan Sampit, kami akan bekerja bersama seluruh jajaran instansi terkait, baik dari Pemerintah Daerah seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial, TNI Angkatan Laut, Polri, serta instansi di lingkungan pelabuhan seperti KSOP, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan BMKG. Semua bersatu padu memberikan pelayanan prima dan layanan terbaik kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan arus mudik maupun arus balik angkutan Lebaran,” jelasnya.
Hotman menambahkan, selama masa posko tersebut terdapat 12 armada kapal penumpang yang akan dilayani di Pelabuhan Sampit. Armada tersebut melayani rute utama dari Pelabuhan Semarang ke Sampit dan sebaliknya, serta Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Sampit dan sebaliknya.
“Selama kurang lebih 18 hari penyelenggaraan posko ini terdapat 12 armada kapal penumpang yang akan dilayani di Pelabuhan Sampit. Kapal-kapal tersebut melayani rute Semarang–Sampit dan Sampit–Semarang serta Tanjung Perak Surabaya–Sampit dan sebaliknya,” katanya.
Ia memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi telah melalui tahapan pemeriksaan keselamatan dan keamanan oleh otoritas pelabuhan. Selain itu, pihak KSOP Sampit juga telah melaksanakan ramp check terhadap kapal pada Februari 2026 sebagai bagian dari pengecekan kelaiklautan.
“Kapal-kapal penumpang tersebut telah dinyatakan layak laut setelah melalui pemeriksaan aspek keamanan dan keselamatan oleh KSOP maupun KUPP di seluruh wilayah pelabuhan di Indonesia. Di Pelabuhan Sampit sendiri kami juga telah melaksanakan ramp check pada Februari 2026 terhadap kapal milik PT Dharma Lautan Utama,” ungkapnya.
Berdasarkan evaluasi data penjualan tiket dari PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama, pihaknya memprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025.
“Prediksi kenaikan penumpang di Pelabuhan Sampit pada angkutan Lebaran tahun 2026 diperkirakan sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025. Prediksi ini berdasarkan evaluasi data penjualan tiket dari PT Pelni serta PT Dharma Lautan Utama,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa seluruh pihak akan berkolaborasi untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga penumpang naik ke kapal.
“Dalam pelaksanaannya kami berkolaborasi bersama TNI, Polri, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya. Kita bersatu padu memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat, mulai dari pintu masuk pelabuhan, di terminal penumpang hingga proses naik ke kapal, serta saat penumpang melaksanakan embarkasi maupun debarkasi,” tegasnya.
Hotman berharap sinergi seluruh pihak dapat memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit berjalan aman, lancar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun kembali setelah Lebaran.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post