SAMPIT – Camat Telaga Antang, Joko Aryadi Setiawan, mengungkapkan masih adanya persoalan mendasar di wilayahnya, mulai dari desa yang belum teraliri listrik hingga infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak berat. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, hingga kini masih ada dua desa yang belum menikmati layanan listrik. Salah satunya adalah Desa Rantau Suang yang juga menghadapi persoalan akses jalan. “Ada dua desa tidak ada listrik. Jalan menuju desa tidak ada, Rantau Suang. Jalannya terkendala status kawasan, makanya jalan tidak bisa dibuka dan akhirnya listrik pun tidak bisa masuk,” ujar Joko, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurutnya, status kawasan menjadi hambatan utama pembukaan badan jalan. Karena akses darat belum terbuka, distribusi jaringan listrik pun tidak dapat dilakukan. Hal ini membuat masyarakat setempat harus bertahun-tahun hidup tanpa penerangan listrik yang memadai. Selain persoalan listrik, Joko juga menyoroti kondisi jalan dan jembatan penyeberangan arah Pagatan yang rusak berat.
Infrastruktur tersebut sudah tidak dapat digunakan dalam kurun waktu cukup lama. “Kemudian jalan jembatan penyeberangan arah Pagatan rusak berat, dua tahun sudah tidak ada perbaikan, tidak bisa dilewati,” ungkapnya. Dia menjelaskan, kerusakan itu sangat mengganggu mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Dia berharap persoalan-persoalan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pihak terkait. “Dengan adanya solusi konkret, masyarakat Telaga Antang diharapkan dapat menikmati akses infrastruktur dan kepastian hukum yang lebih baik ke depan. Ini juga sudah kita sampaikan saat rapat di DPRD bersama DPD RI,” ucapnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post