SAMPIT – Selama bulan suci Ramadan, PMI Kotawaringin Timur melakukan penyesuaian jam layanan donor darah guna mengantisipasi penurunan jumlah pendonor. Jika pada hari normal pelayanan donor dibuka dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, maka khusus Ramadan jam layanan diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kotim, Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, mengatakan perubahan jam layanan ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Selama bulan Ramadan, kami buka dari jam 08.00 pagi sampai jam 10.00 malam. Biasanya stok darah menurun karena masyarakat berpuasa dan pendonor pagi sampai siang itu sedikit, jadi kita perpanjang di malam hari,” ungkapnya, Sabtu 14 Februari 2026.
Menurut Aldila, waktu paling ramai pendonor justru terjadi setelah salat tarawih. “Yang paling banyak itu biasanya setelah tarawih. Masyarakat mendonorkan darah setelah berbuka puasa, itu yang paling ramai,” katanya. Dia juga menjelaskan, bagi masyarakat yang tetap ingin mendonorkan darah saat berpuasa, waktu pagi hari menjadi pilihan yang disarankan.
“Kalau memang sudah terbiasa donor saat puasa, sebaiknya pagi hari karena masih fit setelah sahur. Saat sahur itu harus makan yang bergizi, ada sayur dan protein. Kalau siang hari kami sarankan setelah berbuka puasa,” jelasnya. Aldila mengakui, penurunan jumlah pendonor selama Ramadan merupakan hal yang hampir selalu terjadi setiap tahun, selain karena puasa, juga dipengaruhi faktor mudik.
“Penurunan pasti ada, selain karena puasa, banyak juga masyarakat yang mudik. Itu sebabnya kami biasanya memberi pancingan berupa sembako kecil-kecilan sebagai bentuk apresiasi agar masyarakat tetap semangat donor,” ujarnya. Berdasarkan data PMI Kotim, pada pagi hingga sore hari selama Ramadan, jumlah pendonor bisa sangat minim.
“Pagi hari dari jam 08.00 sampai jam 03.00 sore kadang cuma tiga sampai empat orang, bahkan pernah tidak ada sama sekali. Tapi dari sore sampai malam jam 10 itu bisa sampai 20 sampai 30 orang,” ungkapnya. Sebaliknya, pada hari normal di luar Ramadan, jumlah pendonor per hari cenderung lebih stabil meski fluktuatif.
“Kalau hari normal, pagi bisa lima sampai sepuluh orang, sore kadang tujuh, kadang lima, tidak tentu. Tapi justru di bulan puasa, malam harinya bisa lebih ramai,” pungkas Aldila. Melalui penyesuaian jam layanan dan berbagai kegiatan mobil unit, PMI Kotim berharap antusiasme masyarakat untuk berdonor tetap terjaga selama Ramadan, sehingga kebutuhan darah bagi pasien di wilayah Kotim dapat terus terpenuhi.

FOTO: IST/MATA KALTENG – Kegiatan donor darah di PMI Kotim.
Stok Darah PMI Kotim Masih Aman, Trombosit Jadi Perhatian Utama
Ketersediaan stok darah di PMI Kotawaringin Timur hingga pertengahan Februari 2026 masih dalam kondisi relatif aman, meskipun terdapat kecenderungan penurunan pendonor menjelang dan selama bulan Ramadan. Dari berbagai komponen darah yang tersedia, kebutuhan trombosit menjadi perhatian utama karena masa simpannya yang sangat terbatas.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kotim, Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, menjelaskan bahwa untuk komponen Packed Red Cell (PRC), kondisi stok saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. “Alhamdulillah untuk stok PRC kita masih aman. Golongan darah A itu lebih dari 20 kantong, golongan B hampir 200 kantong, golongan O juga hampir 200 kantong, dan AB sekitar 30-an kantong,” ujarnya, Sabtu 14 Februari 2026.
Dia menerangkan, PRC memiliki masa simpan hingga 35 hari sehingga relatif lebih aman dibandingkan trombosit. Berbeda dengan trombosit yang hanya bertahan selama lima hari, sementara permintaan dari rumah sakit cenderung tinggi. “Kalau trombosit ini yang jadi perhatian, karena masa simpannya hanya lima hari. Sementara saat ini permintaan trombosit cukup banyak, jadi stok trombosit yang terus kita upayakan untuk ditingkatkan,” jelas Aldila.
Meski begitu, untuk pelayanan distribusi darah ke rumah sakit, PMI Kotim memastikan tetap berjalan tanpa henti. “Kalau pelayanan darah ke rumah sakit itu 24 jam penuh, tidak pernah tutup. Yang memiliki batas waktu itu hanya pelayanan pendonor yang datang langsung ke Unit Donor Darah,” katanya. Aldila menambahkan, PMI Kotim juga terus mengandalkan kegiatan mobil unit donor darah untuk menjaga ketersediaan stok.
Sepanjang bulan ini, tercatat sedikitnya enam kegiatan mobil unit telah dijadwalkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan berbagai upaya tersebut, PMI Kotim optimistis kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur masih dapat terpenuhi, sembari terus mengajak masyarakat untuk aktif mendonorkan darah, terutama untuk menjaga ketersediaan trombosit.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post