SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat komitmen pembangunan pertanian dan perkebunan berkelanjutan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia, yang digelar di Sampit, Senin 9 Februari 2026.
Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit rakyat. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab agar tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan pekebun dan masyarakat.
“Potensi besar ini harus dikelola secara berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab agar tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan khususnya para pekebun,” disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, Senin 9 Februari 2026.
Pemerintah Kabupaten Kotim menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan rantai pasok berkelanjutan, peningkatan kapasitas pekebun, serta penerapan prinsip people, planet, and profit.
Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan program, kegiatan, dan sumber daya, khususnya dalam mendukung tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan di Kotim.
“Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat dilaksanakan sejumlah program konkret, di antaranya peningkatan kapasitas pekebun sawit swadaya melalui pendampingan dan sekolah lapangan, pendataan dan pemetaan pekebun untuk mendukung penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) serta akses terhadap program pemerintah,”tegasnya.
Selain itu, kerja sama juga mencakup fasilitasi penerapan praktik budidaya ramah lingkungan, dukungan terhadap sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta penguatan kelembagaan pekebun agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Pemerintah daerah menegaskan peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotim sebagai koordinator teknis untuk memastikan seluruh program kerja sama berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi pekebun serta masyarakat luas.
“Kepada seluruh perangkat daerah terkait, saya menginstruksikan agar memberikan dukungan penuh dan bersinergi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sinergi lintas sektor penting agar pelaksanaan kerja sama tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah yang terpadu,”ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga nonpemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sepanjang kerja sama tersebut sejalan dengan kebijakan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, pembangunan Kotawaringin Timur akan bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Pekebun tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang harus didampingi, dilindungi, dan diberdayakan.
Seluruh pihak diajak menjadikan kerja sama ini sebagai contoh kolaborasi yang sehat, transparan, dan berorientasi pada hasil, dengan prinsip bahwa setiap kerja sama harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
“Pemerintah daerah berharap kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama yang ditandatangani tidak berhenti sebatas dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan demi penguatan tata kelola perkebunan rakyat dan pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Timur,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post