SAMPIT – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kotim sekaligus pembukaan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sampit, Jumat 6 Februari 2026. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang BAZNAS Kotim dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) umat serta memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Amil Zakat Nasional yang pada tanggal 17 Januari 2026 kemarin telah genap 25 tahun mengabdi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah umat. Dua setengah dekade bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan perjalanan panjang yang sarat dengan dedikasi, keikhlasan, serta komitmen dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Umar Kaderi, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menegaskan, selama 25 tahun BAZNAS telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Berbagai program yang dijalankan BAZNAS, baik di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun kemanusiaan, dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Sejumlah program BAZNAS bersifat langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mustahik di Kotim,” ujarnya. Program tersebut antara lain Rumah Layak Huni BAZNAS, bantuan modal usaha bagi mustahik, bantuan pengembangan usaha melalui penyediaan peralatan usaha, bantuan biaya pengobatan, penyediaan sarana sanitasi yang sehat, bantuan tanggap bencana, serta berbagai bentuk bantuan kemanusiaan lainnya yang berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pengelolaan zakat secara maksimal, lanjut Umar, BAZNAS tidak dapat bekerja sendiri. Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi sangat penting sebagai ujung tombak penghimpunan ZIS. “UPZ dibentuk di berbagai lini, mulai dari masjid, musala, langgar, instansi pemerintah, perusahaan, hingga di tingkat desa dan kecamatan,” tegasnya. Pelaksanaan Rapat Koordinasi UPZ yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-25 BAZNAS ini dinilai memiliki makna strategis, terlebih dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Menurut Umar Kaderi, UPZ memiliki peran vital dalam meningkatkan potensi zakat, infak, dan sedekah di wilayah masing-masing, sehingga perlu terus diperkuat dari sisi koordinasi dan kapasitas. “Melalui rapat koordinasi ini, kita berharap terbangun kesamaan visi, penguatan sinergi, serta peningkatan kapasitas UPZ, baik di lingkungan instansi pemerintah, masjid, sekolah, maupun komunitas masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan ZIS di Kotim dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan akuntabel,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, tegas Umar Kaderi, berkomitmen untuk terus mendukung peran dan penguatan kelembagaan BAZNAS serta UPZ. Pemerintah meyakini bahwa zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat yang berkelanjutan. Umar Kaderi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pengurus, amil, serta relawan BAZNAS dan UPZ atas dedikasi dan kerja keras selama ini. Ia berharap di usia ke-25 tahun, BAZNAS Kabupaten Kotawaringin Timur semakin maju, semakin profesional, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS Kotim Perluas Manfaat untuk Pendidikan hingga Jaminan Sosial
Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat perannya sebagai pilar kesejahteraan umat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, ekonomi, hingga penguatan dakwah, seiring komitmen menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pembangunan sosial.
“Peringatan 25 tahun BAZNAS merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan penguatan komitmen dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Seperempat abad perjalanan BAZNAS adalah bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan umat,” ujar Ketua BAZNAS Kotim.
Ia menjelaskan, pada momentum tahun ini BAZNAS mengusung tema Zakat Menguatkan Indonesia, yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini, di mana dalam beberapa waktu terakhir banyak terjadi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Sutimin menyampaikan, BAZNAS RI telah membentuk tim tanggap bencana yang turun langsung ke lokasi terdampak dengan menyediakan layanan dapur darurat, pemeriksaan kesehatan, bantuan perlengkapan sekolah, hingga pembangunan hunian darurat.
“Seluruh kegiatan tersebut didukung oleh dana yang dikelola BAZNAS RI yang bersumber dari infak dan sedekah BAZNAS daerah, termasuk kontribusi dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal ini menunjukkan bahwa zakat dan sedekah masyarakat daerah turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan skala nasional,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Sutimin juga menyampaikan laporan singkat kinerja BAZNAS Kotim selama hampir dua tahun masa pengabdian pimpinan saat ini. Ia menyebutkan, pada tahun 2025 terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi pengumpulan maupun jumlah penerima manfaat penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. “Alhamdulillah, capaian ini tentunya tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah, seluruh mitra, serta para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Kotawaringin Timur,” ungkapnya.
Ia merinci, BAZNAS Kotim telah menjalankan berbagai program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui Program Kotim Cerdas di bidang pendidikan, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, melaksanakan kegiatan santripreneur, serta bantuan rehabilitasi ringan bangunan sekolah melalui program Madrasah Layak Belajar.
Di bidang kesehatan, melalui Program Kotim Sehat, BAZNAS Kotim memberikan layanan kesehatan gratis, sunatan massal, bantuan biaya pengobatan bagi golongan asnaf, bantuan pembangunan sanitasi atau MCK, pemasangan sarana air bersih berupa sambungan PDAM gratis, serta pembangunan sumur bor bagi wilayah yang belum terjangkau layanan air bersih.
Sementara itu, pada Program Kotim Peduli di bidang sosial kemanusiaan, BAZNAS Kotim menyalurkan bantuan Rumah Layak Huni, pemasangan listrik gratis, bantuan biaya hidup dan makanan bagi yatim dan dhuafa, bantuan fardhu kifayah, serta respon cepat terhadap kebencanaan.
“Pada momentum kegiatan ini, BAZNAS Kotim juga memberikan bantuan kepada 10 orang marbot masjid dan 10 mustahik pelaku usaha kecil binaan BAZNAS berupa jaminan sosial dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah selama satu tahun,” bebernya. Dibidang ekonomi, melalui Program Kotim Sejahtera, BAZNAS Kotim fokus pada pemberdayaan mustahik produktif melalui bantuan modal usaha, bantuan peralatan usaha, serta pendampingan pengembangan usaha.
Sedangkan melalui Program Kotim Taqwa di bidang dakwah dan advokasi, BAZNAS memperkuat peran masjid, dai, dan kegiatan keumatan, termasuk bantuan sarana dan prasarana rumah ibadah seperti masjid, musala, dan langgar. Dari sisi pengumpulan, Sutimin menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah melalui penguatan kelembagaan dan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di instansi pemerintah, perusahaan, masjid, sekolah, serta komunitas masyarakat.
Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap syariah. “Ke depan, BAZNAS Kotim berharap adanya dukungan regulasi daerah berupa Peraturan Bupati terkait pembayaran zakat profesi bagi ASN dan karyawan swasta, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah lain,” tegasnya. Dengan regulasi tersebut, BAZNAS diharapkan dapat lebih maksimal menebar manfaat serta bersinergi bersama pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)

















