SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh satuan PAUD di daerah ini lebih siap mengikuti Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang rutin dilaksanakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah.
GSS menjadi salah satu program strategis yang menilai kesiapan lembaga pendidikan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara menyeluruh.
Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kotim, Legendaria Okta Bellany, menjelaskan bahwa setiap tahun selalu ada permintaan dari BPMP Provinsi untuk menunjuk satuan PAUD tertentu mengikuti penilaian GSS. Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat pemahaman pendidik mengenai standar sekolah sehat yang harus dipenuhi.
“Setiap tahun biasanya kami diminta menyiapkan satuan PAUD untuk kegiatan GSS dari BPMP provinsi. Karena itu, tenaga pendidik harus dibekali pemahaman tentang bagaimana sekolah membentuk pola hidup sehat untuk anak-anak didiknya,” ujarnya, Kamis 27 November 2025.
Ia menegaskan bahwa standar penilaian dalam GSS tidak hanya terkait kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup pembiasaan hidup sehat, pengelolaan kantin, edukasi kesehatan, hingga keterlibatan orang tua.
Salah satu perhatian utama adalah kebiasaan jajan anak, yang harus diarahkan pada konsumsi makanan sehat hasil persiapan dari rumah.
“Seperti yang disampaikan Bunda PAUD Kotim, hal sederhana seperti pemberian bekal sangat penting. Anak-anak tidak dianjurkan makan jajanan yang mengandung pengawet atau penguat rasa. Kami sudah menyampaikan agar tidak ada lagi makanan seperti ciki-ciki di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Selain itu, Disdik juga mendorong sekolah yang memiliki kantin agar menyediakan menu-menu sehat yang sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini.
Menurut Legendaria, upaya ini merupakan bentuk persiapan jangka panjang agar seluruh satuan PAUD di Kotim mampu memenuhi indikator sekolah sehat yang ditetapkan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa seluruh PAUD di setiap kecamatan diharapkan dapat terus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah, sehingga ketika ditunjuk mengikuti GSS, mereka sudah memiliki kesiapan yang ideal dan tidak hanya bersifat seremonial.
“Intinya, pola hidup sehat harus menjadi budaya. Kalau budaya ini sudah terbentuk, maka satuan PAUD akan sangat siap kapan pun untuk mengikuti Gerakan Sekolah Sehat,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post