SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan langkah tegas dalam penanganan premanisme dan aktivitas organisasi masyarakat bermasalah, khususnya di kawasan SPBU dan pasar yang dinilai paling sering menjadi titik laporan masyarakat.
Hal ini disampaikan Sekban Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat, usai rapat lanjutan Satgas Terpadu Antipremanisme di Sampit.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan rapat lanjutan terkait keberadaan Satgas Terpadu antipremanisme dan ormas bermasalah yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Eddy, Kamis 20 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan untuk merumuskan langkah serta tindakan yang akan diambil Satgas dalam waktu dekat.
Menurutnya, hasil pembahasan hari ini akan dilanjutkan pekan depan untuk menetapkan SOP dan langkah teknis penanganan di lapangan.
“Minggu depan kita membahas tentang SOP dan langkah-langkah teknis untuk turun ke lapangan dalam waktu dekat dengan melibatkan instansi-instansi terkait,” ujarnya.
Satgas Terpadu tersebut melibatkan unsur keamanan, aparat penegak hukum, hingga OPD terkait.
“Contohnya seperti satuan keamanan dan dari Polri, dari TNI, dan tokoh hukumnya dari Kejaksaan. Kemudian untuk intelijennya dari BIN, BAIS, dan lain sebagainya,” jelas Eddy.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengikutsertakan OPD teknis seperti Dinas Sosial, Perizinan, Perdagangan, Perhubungan, dan lainnya.
Eddy menyampaikan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat.
“Satgas ini baru dibentuk sesuai dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 10, kalau saya tidak salah bulan Mei tahun 2025, yang meminta setiap kabupaten atau kota agar membentuk Satgas di wilayahnya masing-masing,” terangnya.
Terkait langkah teknis yang akan dilakukan, pihaknya memastikan prioritas utama adalah sosialisasi dan pencegahan.
“Yang kita utamakan adalah sosialisasi dan pencegahan. Tadi sorotannya di wilayah SPBU, karena banyak laporan tentang aksi premanisme di daerah SPBU dan pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masukan tim di lapangan akan langsung ditindaklanjuti agar respons Satgas lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kita langsung menerima saran dan masukan itu. Harapannya tentu dengan adanya tim Satgas ini bisa berjalan dengan baik dan efektif,” katanya.
Eddy juga berharap keberadaan Satgas dapat membantu menciptakan keamanan yang lebih stabil bagi dunia usaha maupun masyarakat.
“Satgas ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menciptakan situasi kondusif, membantu dunia usaha agar tidak terganggu investasi di wilayah kita, kemudian juga membantu warga masyarakat agar merasa lebih aman lagi. Jangan sampai mereka terganggu oleh premanisme ataupun ormas-ormas bermasalah,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post