SAMPIT – Persoalan kelangkaan air bersih yang kerap melanda Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian serius Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya.
Direktur Perumdam Tirta Mentaya periode 2025–2030, Ismanadi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera membahas langkah strategis untuk mengatasi krisis tersebut agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Menurut Ismanadi, Pulau Hanaut merupakan salah satu wilayah yang secara geografis rentan terhadap kekeringan. Ketika musim kemarau tiba, sumber air di kawasan itu menurun drastis, bahkan air laut sering kali masuk ke saluran air tawar. Kondisi tersebut membuat proses produksi air bersih menjadi tidak memungkinkan.
“Kecamatan Pulau Hanaut masih sering mengalami kekeringan, sehingga air laut masuk dan itu tidak bisa kita proses produksi,” ujarnya, Rabu 15 Oktober 2025.
Ia menyebutkan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa kajian mendalam. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Perumdam Tirta Mentaya akan menggelar diskusi bersama tim teknis, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Masalah ini akan kami bahas lebih lanjut. Kami akan melakukan diskusi bersama tim agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan berkelanjutan,” terangnya.
Ismanadi menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geografis Pulau Hanaut yang dikelilingi perairan asin, sehingga sumber air baku sangat terbatas. Dalam situasi tertentu, air permukaan dan sumur warga pun ikut terintrusi air laut.
Karena itu, pihaknya akan meninjau kemungkinan membangun sistem penampungan air hujan skala besar atau mencari titik sumber air baru di daratan yang lebih jauh dari intrusi air laut.
“Kami akan mencari jalan atau mitigasi terbaik agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sepanjang tahun. Nanti akan kami informasikan kembali apabila sudah ada langkah konkret yang bisa dijalankan,” kata Ismanadi.
Ia menambahkan, upaya mengatasi kekeringan ini juga sejalan dengan visi Perumdam Tirta Mentaya untuk memperluas layanan air bersih hingga wilayah pelosok.
Dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan program perluasan jaringan distribusi air bersih dapat menjangkau wilayah pesisir seperti Pulau Hanaut yang selama ini masih kesulitan mendapatkan pasokan air layak minum.
“Masalah air bersih ini bukan sekadar pelayanan dasar, tetapi menyangkut kebutuhan vital masyarakat. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan mencari solusi berkelanjutan agar tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post