SAMPIT – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya memastikan segera melakukan penggantian alat utama di jalur pipa Jalan Kembali, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang sempat mengalami kebocoran beberapa waktu lalu. Penggantian ini dilakukan secara permanen untuk memastikan pasokan air ke pelanggan kembali stabil dan tidak lagi terganggu.
Plt Kepala Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya menggunakan alat sementara untuk menahan kebocoran, sembari menunggu kedatangan alat baru yang telah dipesan sejak tiga bulan lalu. Kini alat tersebut sudah tiba dan siap dipasang dalam waktu dekat.
“Yang kami pasang kemarin itu alat sementara agar kebocoran tidak berlangsung lama. Sekarang alat permanennya sudah datang, dan kami rencanakan dalam minggu ini dilakukan penggantian. Harapannya tidak memakan waktu lama seperti sebelumnya, karena sekarang kami sudah menambah jumlah pompa penyedot agar prosesnya lebih cepat,” ujar Edy, Selasa 7 Oktober 2025.
Ia meminta pengertian masyarakat, terutama pelanggan di wilayah Ketapang, agar bersiap menghadapi kemungkinan penghentian sementara aliran air selama proses pemasangan berlangsung. Menurutnya, pekerjaan tersebut perlu dilakukan demi mengembalikan tekanan air yang sempat menurun hingga 20 persen akibat kebocoran.
“Saat ini tekanan air kami turun dari 200 liter per detik menjadi sekitar 160 sampai 180 liter per detik. Ini jelas mengganggu suplai dari Adaro dan distribusi ke masyarakat. Jadi kami mohon maaf dan berharap pelanggan bisa menyiapkan tandon air untuk sementara, karena kami akan menghentikan aliran maksimal delapan jam selama proses berlangsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edy menerangkan bahwa alat sementara yang sebelumnya digunakan memiliki kelemahan pada bagian karetnya yang sudah retak-retak sehingga berisiko bocor kembali jika dioperasikan penuh. Sedangkan alat baru yang akan dipasang memiliki sistem penjepit ganda di sisi kiri dan kanan, sesuai dengan standar pipa PE berdiameter 20 inci yang digunakan di jaringan utama.
“Alat yang baru ini sudah sesuai kaidah pemasangan pipa PE. Karena pipa jenis ini licin dan bisa bergeser ketika tekanan tinggi, maka kami pasang dengan pengait khusus di kiri-kanannya agar lebih kuat. Ini penggantian permanen dan diharapkan tidak akan ada lagi kebocoran di titik tersebut,” terangnya.
Selain melakukan perbaikan di Jalur Kembali, Perumdam Tirta Mentaya juga menargetkan peningkatan kapasitas distribusi air di wilayah Ketapang dari 200 liter per detik menjadi 280 liter per detik pada akhir tahun ini. Langkah itu diambil untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat.
“Target kami di akhir tahun, distribusi air ke wilayah Ketapang bisa naik ke 280 liter per detik. Dengan begitu, daerah-daerah yang sebelumnya belum terlayani bisa segera mendapatkan air. Tinggal kami menunggu dukungan dana dari pemerintah pusat atau daerah untuk memperluas jaringan, terutama ke arah Bundaran KB yang sedang berkembang pesat,” ungkap Edy.
Ia menambahkan, kawasan Bundaran KB ke depan akan menjadi salah satu fokus perluasan jaringan air karena di wilayah tersebut tengah direncanakan pembangunan sejumlah fasilitas publik, termasuk aula pertemuan.
“Kalau jaringan ke sana sudah terpasang, tentu manfaatnya akan besar bagi warga sekitar,” ujarnya menutup.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post