SAMPIT – Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) di Baamang meninggalkan cerita baru. Bukan sekadar meriah, acara itu juga membuka persaingan tiga kecamatan yang siap mengajukan diri sebagai tuan rumah MTQ ke-57 tahun 2026. Mereka adalah Kecamatan Mentaya Hulu, Seranau, dan Pulau Hanaut.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang menutup MTQ ke-56, menegaskan bahwa keputusan final tetap berada di tangan Bupati Halikinnor.
“Kami di posisi wakil hanya bisa menyampaikan informasi. Untuk penetapan tuan rumah MTQ ke-57 tahun 2026 mendatang, kita masih menunggu kebijakan bupati,” ujarnya, Rabu 2 Oktober 2025.
Menurut Irawati, ketiga kecamatan tersebut sudah menyatakan kesiapannya. Mentaya Hulu dengan dukungan masyarakat dan tradisi keagamaan yang kuat, Seranau dengan akses yang relatif dekat ke ibu kota kabupaten, serta Pulau Hanaut yang belakangan disebut paling siap dari sisi sarana, prasarana, hingga akomodasi.
“Semua calon tuan rumah sudah menyatakan siap. Tinggal nanti bupati yang menentukan,” tegasnya.
Informasi yang beredar menyebutkan Pulau Hanaut menonjol karena sudah menyiapkan lokasi kegiatan dan sarana pendukung lain. Namun, Mentaya Hulu dan Seranau juga tidak kalah percaya diri untuk bisa menggelar even akbar syiar Islam tingkat kabupaten tersebut.
Publik kini menanti keputusan Bupati Halikinnor, apakah MTQ ke-57 akan digelar di pesisir, di wilayah penyangga kota, atau justru di pedalaman.
Keputusan ini dinilai strategis karena tidak hanya soal kemeriahan acara, tetapi juga berdampak pada pemerataan pembangunan dan semangat dakwah Islam di Kotim.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post