SAMPIT – Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu banjir di sejumlah desa, Rabu 10 September malam. Salah satu yang terdampak cukup parah yakni Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean, dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 70 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan tim reaksi cepat (TRC) sudah dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Sekarang banjir, kisaran 20 cm sampai 70 cm. Informasi dari kades, sungai hanya di Kecamatan Antang Kalang juga banjir, dan TRC baru meluncur ke lokasi,” ujarnya.
Selain Parenggean, laporan banjir juga datang dari Desa Lubuk Begantung, Kecamatan Bukit Santuai. Sejumlah guru dan kepala sekolah di sana melaporkan air mulai masuk sejak 10 September 2025 dan terus meningkat hingga malam ini. BPBD Kotim masih melakukan pemutakhiran data terkait jumlah warga terdampak.
Multazam menegaskan, intensitas hujan ekstrem menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Berdasarkan informasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, wilayah hulu Kotim diprediksi masih akan mengalami hujan lebat hingga beberapa hari ke depan.
“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Informasi peringatan dini ini sudah kami sampaikan agar masyarakat lebih siaga,” tegasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post