SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para pedagang untuk terus berjuang menjaga roda perekonomian daerah.
“Para pedagang adalah pahlawan ekonomi bagi Kotim. Di tengah kondisi ekonomi yang lesu, mereka tetap berjuang tanpa lelah. Melalui perputaran usaha merekalah roda ekonomi kita tetap bergerak,” kata Irawati, Selasa 2 September 2025.
Ia menekankan, Maulid Nabi bukan hanya tradisi, melainkan momentum mempertebal iman, meneladani akhlak Rasulullah, serta memperkuat persatuan. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah teladan luar biasa dalam kepemimpinan, kejujuran, dan keadilan.
Irawati juga berpesan agar para pedagang tidak putus asa dalam menjalankan aktivitasnya.
“Tetaplah berjuang dengan ikhlas dan jujur, karena rezeki sudah diatur Allah SWT. Kesabaran dan kerja keras insya Allah akan membawa kesejahteraan,” ucapnya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk mencintai produk dan dagangan lokal agar perekonomian daerah semakin berkembang.
“Jika kita saling mendukung, maka hasilnya bisa dirasakan banyak orang,” tambahnya.
Selain itu, Irawati mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah. Menurutnya, persatuan adalah modal utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Apabila kondisi aman dan damai, maka aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi akan berjalan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Pengurus Pasar PPM Sampit, H. Tajudin Noor menyampaikan bahwa pihaknya memiliki organisasi pedagang dan pengurus mushola yang rutin menggelar kegiatan keagamaan. Ia menceritakan bagaimana para pedagang kompak menjadi donatur untuk membiayai kebutuhan mushola.
“Dulu kotak amal yang kami simpan sering tidak mencukupi bahkan kerap hilang dicuri orang. Akhirnya para pedagang sepakat menjadi donatur tetap. Alhamdulillah sekarang bisa mencukupi untuk menggaji kaum, memperbaiki mesin air, dan melaksanakan ibadah dengan nyaman,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi di PPM selalu terlaksana berkat sumbangan sukarela para pedagang.
“Kami tidak punya kas khusus. Jadi setiap ada kegiatan, kami meminta sumbangan ke pedagang-pedagang. Alhamdulillah selalu cukup,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi di PPM berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi bukti eratnya solidaritas pedagang dalam menjaga nilai keislaman sekaligus menguatkan perekonomian daerah.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post