SAMPIT – Rangkaian kegiatan Sampit Trade Expo 2025 resmi berakhir pada Sabtu 30 Agustus. Ajang yang digelar selama sepekan itu dinilai sukses bukan hanya sebagai sarana promosi produk unggulan daerah, tetapi juga ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran acara, mulai dari panitia, peserta pameran, sponsor, aparat keamanan, hingga masyarakat yang hadir dengan penuh antusias.
“Sampit Trade Expo 2025 telah menjadi sarana promosi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antar pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Berbagai inovasi, kreativitas, serta karya anak bangsa telah kita saksikan bersama selama ajang ini berlangsung,” kata Irawati, Minggu 31 Agustus 2025.
Ia berharap hasil dari expo tidak berhenti setelah acara usai, melainkan menjadi semangat baru untuk meningkatkan kualitas produk lokal, memperluas pemasaran, dan memperkuat daya saing daerah baik di tingkat nasional maupun internasional. “Dengan dukungan seluruh pihak, mari berkomitmen mengembangkan perekonomian Kotim demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Plt Kepala Dinas KopUKMindag Kotim, Johny Tangkere, melaporkan selama pelaksanaan expo, geliat perekonomian daerah tampak signifikan. Perputaran uang tercatat mencapai Rp5 miliar dengan total kunjungan sekitar 40 ribu orang.
“Setiap hari rata-rata ada 5.000 pengunjung. Dari sisi pendapatan daerah, tercatat Rp65 juta dari sewa lahan, retribusi parkir, sewa tenda, hingga penggunaan listrik. Selain itu, operasi pasar murah juga dilaksanakan bersama Bulog dan Dinas Pertanian, dengan 200 sak beras SPHP dan 815 liter minyak goreng terjual,” jelas Johny.
Tak hanya itu, ajang ini juga membuka peluang kerja. Job fair yang digelar bersama 15 perusahaan menyediakan 105 lowongan dari berbagai bidang, mulai tenaga kesehatan, guru, sopir, teknisi, hingga asisten manajer. Kegiatan tersebut diikuti oleh 322 pencari kerja dengan 193 pelamar resmi mendaftar.
Selain pameran produk UMKM, stand pelayanan publik perangkat daerah juga hadir lebih dekat dengan masyarakat. Menurut Johny, expo kali ini sekaligus menunjukkan potensi Kotim di mata pelaku bisnis lokal maupun nasional.
“Kami berharap tahun 2026 kegiatan ini bisa kembali digelar, bahkan menjadi agenda tahunan yang dipadukan dengan festival budaya Habaring Hurung dan kolaborasi Dekranasda se-Kalimantan Tengah agar semakin meriah,” ujarnya.
Acara penutupan ditutup dengan pengumuman pemenang stand terbaik serta sejumlah lomba. Pemerintah daerah berharap momentum ini menjadi motivasi bersama untuk terus membangun Kotim. “Sampit Trade Expo boleh berakhir, tapi semangat untuk bertumbuh dan berkarya tidak boleh padam,” pungkas Johny.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post