SAMPIT – Rencana ambisius pembangunan rumah sakit rehabilitasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan batal terwujud. Proyek yang digagas sejak beberapa tahun lalu itu kini direvisi menjadi hanya klinik pratama. Salah satu penyebab utama kegagalan ini adalah masih adanya kabupaten di Kalimantan Tengah yang belum menyerahkan sumbangan dana sebagaimana disepakati.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengungkapkan bahwa wacana pendirian rumah sakit rehabilitasi muncul pada masa pemerintahan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Kala itu, seluruh kabupaten diminta memberikan sumbangan Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan.
“Sampai saat ini masih ada kabupaten yang belum memberikan itu, sehingga anggaran yang dibutuhkan tidak terpenuhi,” jelasnya, Senin 11 Agustus 2025.
Ia menambahkan, untuk membangun rumah sakit rehabilitasi, diperlukan dana yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp500 miliar. Jika semua kabupaten menyumbang, total yang terkumpul hanya sekitar Rp15 miliar.
“Itu pun belum cukup, sehingga kalau semuanya dibebankan ke Kotim, jelas kita tidak mampu. Anggaran sebesar itu akan sangat membebani APBD kita,” tegasnya.
Menurutnya, keterbatasan dana inilah yang membuat pemerintah daerah bersama pihak terkait harus memikirkan alternatif lain. Akhirnya, konsep rumah sakit diganti menjadi pembangunan klinik pratama yang lebih sederhana, namun tetap diharapkan dapat melayani rehabilitasi dasar bagi masyarakat.
Irawati menegaskan, meski skala proyek diperkecil, komitmen Pemkab Kotim untuk menyediakan layanan rehabilitasi tidak berubah. Ia berharap ke depan ada dukungan lebih besar dari kabupaten lain maupun pemerintah pusat, agar fasilitas yang lebih memadai dapat diwujudkan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post