SAMPIT – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotim hingga saat ini masih terkendali.
Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai potensi peningkatan titik api memasuki bulan Agustus, yang dikenal sebagai periode rawan karhutla.
“Saya baru pulang dari Seruyan melewati Teluk Sampit. Memang ada hujan, meski intensitasnya tidak tinggi. Hujan lebat yang kemarin terjadi di Sampit, justru di Teluk Sampit tidak hujan dan baru diguyur hujan pada Senin. Secara visual, kondisi di lapangan masih terkendali,” ujar Multazam, Rabu 6 Agustus 2025.
Multazam juga telah melakukan pengecekan langsung bersama masyarakat peduli api (MPA) di tiga kecamatan, yakni Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, dan Mentaya Hilir Selatan yang merupakan wilayah Selatan paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan selain wilayah Utara. Hasilnya, seluruh wilayah tersebut dinyatakan dalam kondisi aman.
“Kemarin memang sempat ada hotspot di wilayah utara Kotim, namun sejak kemarin sudah nihil. Ini mungkin karena ada hujan, walaupun intensitasnya rendah. Kami terus pantau situasi ini,” tambahnya.
Meski kondisi saat ini relatif terkendali, Multazam menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah. Ia mengingatkan, berdasarkan data dari tahun 2015 hingga 2024, bulan Agustus selalu menjadi puncak kerawanan karhutla di Kotim. Oleh karena itu, antisipasi lebih dini harus segera dilakukan.
“Kami berharap ada upaya tambahan dari pemerintah pusat. Besok kami akan mengikuti rapat koordinasi dengan BNPB di Palangka Raya. Salah satu yang akan kami dorong adalah bantuan operasi modifikasi cuaca (OMC), seperti yang dilakukan di Kalimantan Barat dan Riau,” ungkapnya.
Ia menilai, OMC menjadi salah satu solusi efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran besar di wilayah Kotim, khususnya pada bulan Agustus yang secara historis memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla.
“Mudah-mudahan upaya ini bisa terwujud, sehingga Kotim bisa melewati bulan Agustus ini dengan aman. Kami akan bicarakan langsung dengan BNPB dan pemerintah provinsi di rapat koordinasi besok,” pungkas Multazam.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post