• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Saat Air Menghilang, Warga Luwuk Bunter Menyusun Perlawanan Senyap Hadapi Kemarau

Saat Air Menghilang, Warga Luwuk Bunter Menyusun Perlawanan Senyap Hadapi Kemarau

Jumat, 1 Agustus 2025
in Kotawaringin Timur
A A
Foto: IST/MATA KALTENG - Kondisi aliran air di Desa Luwuk Bunter.

Foto: IST/MATA KALTENG - Kondisi aliran air di Desa Luwuk Bunter.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Di tengah kemarau yang kian menggigit, suara gemericik air lenyap dari anak sungai Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter. Sungai-sungai kecil yang dulu menjadi urat nadi kehidupan dan pertahanan warga kini berubah menjadi jalur tanah retak dan kering kerontang.

Dalam senyap, warga mulai menyusun perlawanan mereka, bukan dengan teriakan, tapi dengan cangkul, bor, dan semangat bertahan.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Kekeringan ini bukan sekadar ancaman krisis air, tapi juga alarm bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Puryanto, warga setempat, berdiri di tepi irigasi yang dulunya mengalir deras, kini hanya menyisakan tanah berdebu. Ia tahu, saat api datang, ketiadaan air akan membuat semuanya tak berdaya.

“Sudah beberapa hari ini kering. Kalau ada api, mau padamkan pakai apa? Sungai pun sudah tidak bisa diandalkan,” ujarnya, Jumat 1 Agustus 2025.

Tak menunggu pemerintah turun tangan, warga memilih aksi konkret. Gali sumur, buat embung, bahkan tutup parit agar sisa air bisa ditahan lebih lama. Doa pun tak lupa dipanjatkan, berharap hujan turun sebelum api sempat berkobar.

Sarwino, petani lain di desa itu, bahkan menyulap kebunnya menjadi barisan titik-titik pertahanan. Ia membuat 30 sumur kecil, membiayai sendiri seluruh penggaliannya. Bagi Sarwino, ini bukan soal untung rugi, melainkan bertahan hidup.

“Semua sudut saya pasangi sumur. Dulu waktu kemarau parah, air bersih jadi masalah besar. Sekarang kami belajar dari pengalaman itu,” kata Sarwino.

Namun perlawanan ini tidak sebanding dengan potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Hingga kini, alat pemadam api hanya tersedia seadanya. Permintaan bantuan lewat berbagai forum warga belum juga membuahkan hasil.

“Padahal karhutla itu bukan bencana tiba-tiba. Bisa dihitung, bisa diukur. Tapi kenapa masih sering kita tidak siap?” ujarnya heran.

Lebih jauh, Sarwino menepis anggapan bahwa peladang tradisional masih jadi penyebab utama karhutla. Menurutnya, sistem bakar ladang sudah lama ditinggalkan, namun stereotip itu masih saja digunakan.

“Sudah tidak ada lagi di sini peladang yang bakar hutan seperti dulu. Tapi setiap tahun kami yang selalu disalahkan,” tegasnya.

Kini, saat tanah mulai retak dan langit belum menjanjikan hujan, warga Luwuk Bunter hanya punya satu pegangan: kebersamaan dan kesadaran bahwa mereka tidak bisa menunggu. Mereka tahu, jika bukan mereka yang memulai bertahan, maka tak ada yang bisa disalahkan saat semuanya terbakar.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Merah Putih Menyapa Jalanan Sampit, Simbol Kebangkitan Semangat di Ujung Kemerdekaan

Next Post

Embung Portabel Jadi Senjata Andalan Atasi Karhutla di Kotim

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Embung Portabel Jadi Senjata Andalan Atasi Karhutla di Kotim

Kotim Utus Lima Perwakilan Paskibraka ke Tingkat Provinsi

Bupati Sukamara Harapkan Dalam Waktu Dekat Ruas Jalan Jembatan Jelai Segera Ditimbun

Bupati Sukamara Resmikan Gedung UPT Labkesmas

Pemerintah Pusat Tinjau Lokasi Sekolah Unggulan di Katingan, Wujud Komitmen Pemerataan Pendidikan

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK