SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menyoroti serius bahaya aktivitas bermain layang-layang di wilayah jalur penerbangan. Ia menegaskan, penertiban kegiatan tersebut masih mengacu pada Instruksi Bupati tahun 2023, yang menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai koordinator utama karena berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
“Terkait layang-layang, kita masih menggunakan instruksi Bupati tahun 2023 yang menetapkan BPBD sebagai pihak yang memimpin penertiban. Hal ini karena saat itu ada kekhawatiran penggunaan helikopter dan pesawat bisa terganggu oleh layang-layang yang berada di jalur udara, sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan,” kata Irawati, Kamis 31 Juli 2025.
Ia menyebutkan, untuk menindaklanjuti hal tersebut, dirinya telah menginstruksikan BPBD agar segera melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Pendidikan. Langkah ini dinilai penting karena mayoritas pemain layang-layang adalah anak-anak.
“Saya sudah minta kepala sekolah melalui Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan bahaya bermain layang-layang, terutama di kawasan yang masuk jalur penerbangan. Ini sudah dua kali terjadi, yang pertama benangnya, yang kedua layang-layangnya sendiri. Kalau sampai menimbulkan kecelakaan, berapa banyak jiwa di dalam pesawat yang terancam,” ujarnya.
Irawati juga memastikan bahwa Satpol PP dan Dinas Perhubungan telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan patroli. Namun, pendekatan yang dilakukan terhadap anak-anak lebih kepada pengawasan, bukan hukuman.
“Untuk anak-anak, tentu kita tidak mungkin menghukum. Tapi bagaimana pengawasan bisa dilakukan secara maksimal, terutama melalui dinas terkait dan patroli Satpol PP. Kita juga sudah himbau sejak awal melalui media maupun Diskominfo tentang bahaya layang-layang yang bisa mencelakai diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
Tak hanya itu, Irawati juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. Ia mengaku pernah mendapat keluhan dari orang tua yang menyalahkan pemerintah karena tidak menyediakan tempat bermain khusus untuk layang-layang.
“Dulu saya sudah menyarankan melalui Dinas Pariwisata, agar para pecinta layang-layang ini diarahkan untuk ikut lomba di tempat yang aman, misalnya di Pantai Ujung Pandaran. Sekaligus bisa mengangkat potensi pariwisata kita. Tapi karena keterbatasan anggaran, belum bisa terlaksana,” terangnya.
Ia pun berharap ke depan ada dukungan anggaran agar ide tersebut bisa direalisasikan. Dirinya berjanji akan menyampaikan langsung kepada Bupati Kotim agar ada solusi jangka panjang yang mengakomodasi hobi masyarakat tanpa mengorbankan keselamatan umum.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post