SAMPIT – Tiga bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi mengembalikan berkas pendaftaran hingga penutupan pada Senin, 7 Juli 2025 pukul 15.00 WIB. Pengembalian berkas ini merupakan lanjutan dari tahapan yang telah dibuka sejak 29 Juni 2025, dan akan dilanjutkan dengan verifikasi serta validasi berkas pada Selasa, 8 Juli 2025.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ir Saptaryo Kunindar yang juga pengurus KONI Provinsi Kalimantan Tengah Bidang Organisasi menyampaikan bahwa pihaknya belum melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berkas yang diterima hari ini.
“Hari ini kami dari TPP hanya menerima pengembalian berkas dari bakal calon. Belum sampai pada tahap verifikasi dan validasi karena itu dijadwalkan besok. Jadi sementara ini kami hanya mencatat secara kuantitatif saja, ada tiga orang yang mengembalikan berkas. Untuk isi berkasnya, kami mencocokkan dengan checklist dokumen yang kami miliki, tapi belum sampai pada penilaian kelayakan,” jelas Saptaryo, Senin 7 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa tahap berikutnya adalah verifikasi dan validasi kelengkapan serta keabsahan berkas. Hasilnya akan diumumkan kepada calon yang dinyatakan lolos dan akan diundang mengikuti Musyawarah Kabupaten.
“Verifikasi dan validasi akan dilakukan besok, dan setelah itu hasilnya langsung disampaikan kepada calon yang memenuhi syarat. Mereka yang lolos akan kami undang untuk ikut dalam musyawarah kabupaten. Jadi proses hari ini baru sebatas penerimaan berkas,” katanya.
Saptaryo juga menegaskan bahwa sebanyak 29 cabang olahraga (cabor) yang terverifikasi memiliki hak suara. Termasuk di dalamnya badan fungsional yang masih menjadi anggota KONI. Sesuai kesepakatan, setiap calon harus memiliki minimal dukungan dari 30 persen cabor atau setidaknya 10 cabor sebagai syarat kelolosan.
“Secara hitung-hitungan, jika jumlah cabor ada 29, maka 30 persennya sekitar 10 cabor. Itu juga sudah disepakati bersama para calon sebelumnya. Kami sebagai TPP hanya bertugas menjaring dan mencatat berkas, penentuannya tetap berdasarkan hasil verifikasi,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan KONI Kotim segera memiliki kepengurusan definitif mengingat sejumlah agenda besar sudah menanti.
“Harapan kami, prosesnya bisa berjalan cepat dan terbuka. Siapa pun yang terpilih nanti harus siap bekerja keras karena tugasnya tidak ringan. Porprov sudah dekat, dan tahun lalu Kotim menjadi juara umum, jadi harapan masyarakat juga tinggi,”ucapnya.
Dirinya menilai ketiga calon ini cukup layak secara administratif. Dari sisi form dan kelengkapan, semua terlihat lengkap. Kapabilitas mereka juga dinilai mumpuni, namun tetap nantinya melihat hasil verifikasi. Dan bagaimanapun hanya satu yang akan terpilih.
Salah satu bakal calon, Gahara, turut menyampaikan pernyataan usai menyerahkan berkas. Ia mengaku seluruh persyaratan telah dipenuhi, termasuk dukungan minimal dari cabor.
“Hari ini kami menyerahkan berkas pengembalian pendaftaran sebagai calon Ketua KONI. Alhamdulillah, semua dokumen yang diminta sudah kami lengkapi, termasuk rekomendasi dukungan dari cabor, yang sesuai ketentuan minimal 30 persen. Artinya, kami sudah mendapat dukungan dari 10 cabor,” kata Gahara.
Ia mengungkapkan bahwa banyaknya pendaftar menunjukkan adanya semangat baru dalam tubuh KONI Kotim.
“Yang ingin saya tekankan adalah munculnya semangat baru. Kita tahu sebelumnya hampir tidak ada yang berani tampil, tapi sekarang sudah ada tiga bahkan mungkin empat calon yang menyatakan minat. Teman-teman bahkan menyebut ini sebagai ‘KONI Reborn’. Kami hadir untuk menumbuhkan kembali harapan dan semangat. Kami ingin ikut berpartisipasi membenahi KONI agar lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Dirinya yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DAD Kotim ini menekankan pentingnya soliditas antar-cabor. Karena KONI adalah wadah bagi cabor yang memiliki atlet-atlet.
Ia menilai tugas KONI adalah memberikan ruang pembinaan. Ke depan, Ia ingin rangkul semua cabor agar bisa bergandengan tangan.
“Kita jadikan pengalaman masa lalu, termasuk persoalan hukum, sebagai pelajaran berharga. Dengan kepengurusan yang solid, kita bisa segera menyiapkan Porkab sebagai seleksi menuju Porprov. TC atlet juga harus segera dimulai,” tegasnya.
Sementara itu, Alexius yang juga mengembalikan berkas menyebut bahwa pencalonannya merupakan bentuk kepedulian terhadap olahraga Kotim.
“Keinginan kami maju itu murni dari dorongan kawan-kawan dan kepedulian terhadap dunia olahraga di Kotim. Kami lengkapi seluruh syarat sesuai ketentuan panitia. Hasilnya nanti kita serahkan pada proses. Yang penting kita sudah berikhtiar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Ia menilai KONI Kotim selama ini berada dalam kondisi tidak stabil dan butuh pembenahan segera.
“KONI sudah terlalu lama tidak punya arah yang jelas. Rasanya seperti ayam kehilangan induk. Padahal, Kotim adalah barometer olahraga di Kalteng, terbukti selalu menjadi juara umum di Porprov. Sayang sekali jika tahun depan kita justru terpuruk hanya karena tidak ada kepemimpinan yang definitif,” ujarnya.
Alexius juga memastikan bahwa dukungan dari cabor telah melebihi batas minimal.
“Untuk dukungan, alhamdulillah sudah terpenuhi bahkan melebihi. Kami mendapatkan dukungan dari 12 cabor, lebih dari syarat minimal 10 dari total 29 cabor yang punya hak suara,” sebutnya.
Calon terakhir yang juga menyerahkan berkas adalah Ahmad Sarwo Oboi. Ia menyampaikan bahwa seluruh dokumen telah disiapkan dengan baik.
“Alhamdulillah, ini adalah tahapan berikutnya, dan hari ini saya sudah menyerahkan seluruh berkas pencalonan. Soal kelengkapan, itu nanti tugas tim verifikasi yang memeriksa. Tapi sejauh yang kami siapkan, semuanya lengkap,” kata Oboi.
Pejabat yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kotim ini mengaku telah mendapatkan dukungan cukup dari cabor.
“Untuk dukungan cabor, kami sudah memenuhi syarat minimal. Kami mendapatkan 11 dukungan. Artinya secara administratif sudah sesuai ketentuan. Hari ini kami bertiga sama-sama menyerahkan berkas, dan kami belum tahu apakah ada calon lain yang menyusul. Saat pengambilan formulir, sempat ada 10 orang, tapi yang mengembalikan hari ini baru tiga,” jelasnya.
Oboi menyatakan bahwa dirinya dan dua calon lainnya telah berusaha maksimal.
“Kami hanya bisa berusaha, berdoa, dan berikhtiar. Hasilnya nanti kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Harapan saya, semoga semua calon yang hari ini menyerahkan berkas bisa lolos ke tahap berikutnya. Dengan begitu, proses ini bisa berlangsung sehat dan demokratis,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post