SAMPIT — Mahbub resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2025–2030. Dalam waktu dekat, Mahbub menyampaikan akan langsung melakukan konsolidasi organisasi, terutama dengan pengurus cabang (PC) PGRI yang banyak mengalami kekosongan pasca konferensi daerah (PD).
“Yang pertama tentu konsolidasi organisasi. Kita akan menjalankan tugas ke PC-PC karena setelah PD biasanya ke PC, banyak juga yang demisioner. Kita akan menyelaraskan program dari PD II sampai ke PC, sehingga setiap permasalahan bisa kita ajukan dan bahas di rapat pimpinan,” ujarnya, Minggu 22 Juni 2025.
Ia menekankan, fokus utama kepengurusan lima tahun ke depan adalah peningkatan mutu guru. Untuk itu, data terkait kebutuhan pelatihan akan disiapkan dan selanjutnya dilakukan audiensi dengan pemerintah daerah.
“Kita siapkan contoh berbagai macam kegiatan pelatihan guru. Nanti dengan pemerintah daerah akan dilakukan audiensi menyampaikan program kami lima tahun ke depan. Kalau program itu selaras dengan pemerintah daerah, mungkin bisa langsung diakomodir. Kita juga akan evaluasi kendala-kendala selama ini agar guru-guru bisa optimal sebagai pendidik,” jelas Mahbub.
Terkait kesejahteraan guru, Mahbub mengatakan akan menjadi agenda penting yang dibahas bersama bidang Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI. Susunan pengurus juga akan disusun secara profesional dan transparan dengan mempertimbangkan kompetensi dan kredibilitas individu.
“Nanti sekretaris, wakil ketua 1, 2, 3, bendahara, wakil bendahara, wakil sekretaris akan kita bahas sesuai bidang koordinasinya. Kita mencari orang yang kompetibel, kompeten, dan kredibel,” tambahnya.
Soal wacana pendirian Universitas PGRI di Kotim, Mahbub menegaskan dukungannya. Namun ia juga mengingatkan perlunya kajian menyeluruh agar keberadaan universitas benar-benar berkelanjutan.
“Kita sangat merespons baik, tapi tentu akan koordinasi dulu dengan pemerintah daerah. Harus ada sarana, prasarana, tenaga pengajar, dan biaya operasional. Itu bukan hal yang mudah. Perlu pengkajian komprehensif karena sebelumnya pernah ada, tapi bubar karena tata kelola yang belum siap. Kita sambut baik, tapi harus bijak menimbang keterbatasan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Diplan menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru PGRI Kotim. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa perbaikan organisasi ke arah yang lebih kuat dan solid.
“Harapan saya, pengurus baru ini bekerja keras memperbaiki dan membenahi apa yang kurang dari kepengurusan sebelumnya. Saran saya, segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pak Bupati, Pak Sekda, dan Kadis Pendidikan karena ini bagian dari upaya memajukan pendidikan di Kotim,” ujarnya.
Ia juga berharap pengurus baru mampu mengakomodir seluruh jenjang pendidikan, baik di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.
“Kepengurusan ini harus mengakomodir semua jenjang, mulai TK, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk madrasah seperti MIN, MTS, dan MAN. Itu penting untuk memperkuat peran PGRI secara menyeluruh,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post