SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong peningkatan kualitas mental dan spiritual Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui kegiatan siraman rohani yang diperuntukkan bagi ASN beragama Islam, yang dilaksanakan secara rutin dalam tahun 2025.
Asisten III Setda Kotim, M. Saleh menegaskan bahwa kegiatan siraman rohani ini bukan hanya sebagai bentuk pembinaan keagamaan, namun juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun kembali semangat kebersamaan.
“Kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengobarkan semangat kebersamaan dan juga bermanfaat untuk mengukuhkan kembali jalinan silaturahim,” ucapnya, Rabu 18 Juni 2025.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis, tidak hanya dalam konteks sosial sebagai sesama ASN, tetapi juga dalam hubungan sebagai hamba Allah SWT.
“Kebersamaan dan hubungan yang senantiasa harmonis akan membantu dan mempermudah segala urusan, baik dalam hubungan kita sebagai hamba Allah SWT, maupun sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegasnya.
M. Saleh juga mengingatkan bahwa silaturahmi memiliki nilai lebih dalam kehidupan, bahkan diyakini menjadi perantara datangnya rezeki dan umur yang panjang. Oleh karena itu, katanya, kebersamaan harus menjadi kunci utama untuk membangun sinergi di antara semua pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kebersamaan penting untuk terus dipelihara agar menghasilkan buah karya yang berharga bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan ajakan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kotim untuk senantiasa menjaga kekompakan dan soliditas dalam menjalankan tugas. Saleh menekankan pentingnya tiga prinsip kerja: bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas.
“Saya mengajak kita semua, terutama ASN, untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, serta selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebut, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi ASN. Lingkungan kerja yang baik, menurutnya, akan lahir jika seluruh elemen bersinergi dan menjunjung nilai-nilai dasar ASN.
“Saling bersinergi menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif, sehat, dan berkualitas sangat diperlukan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan tugas dan fungsi, dengan mengedepankan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” paparnya.
Saleh berharap kegiatan seperti siraman rohani ini bisa diselenggarakan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial. Ia menilai kegiatan tersebut bisa menjadi sarana introspeksi diri dan pembenahan mental bagi ASN, agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Saya berharap kegiatan siraman rohani seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin dan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk berbenah dan melakukan introspeksi diri bagi para ASN,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar seluruh ASN senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, rezeki yang melimpah, serta kebahagiaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Di akhir pernyataannya, M. Saleh juga menekankan pentingnya pengawasan disiplin ASN yang dilakukan secara berjenjang. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran, seperti ketidakhadiran dalam apel atau tidak masuk kerja tanpa alasan, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku, termasuk pemotongan TPP.
“Pengawasan kita itu berjenjang. Kalau soal disiplin, ada aturannya tersendiri. Misalnya tidak hadir upacara, ada aturannya, termasuk TPP bisa dipotong. Semua sudah ada dasar hukumnya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post