SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran meninjau langsung progres perbaikan Jalan Lingkar Selatan di Kota Sampit, proyek strategis milik Pemprov Kalteng.
Dia menegaskan setelah jalan ini selesai diperbaiki, seluruh kendaraan bertonase besar, terutama truk-truk industri menuju kawasan Bagendang, harus segera beralih menggunakan jalur ini sesuai peruntukannya.
“Ini kan masih proses, kami baru selesai sekitar tujuh hari. Tapi ke depan, pemindahan arus ke kawasan industri perlu dikawal. Memang kendalanya bisa jadi regulasi dan faktor lain, makanya kita turun langsung dan berkoordinasi dengan Bupati Kotim agar semua pihak siap mendukung,” tegasnya, Senin 9 Juni 2025.
Sementara itu, konsultan pengawas proyek, Hidayat, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan lebih cepat dari target awal. “Saat ini progres kita di angka 22 persen, dari target sekitar 7–8 persen. Artinya deviasi kita plus 15 persen. Ini berjalan baik tanpa kendala berarti, hanya tantangan teknis biasa yang kita atasi langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa sepanjang 1.770 meter jalur rigid sudah ditutup semua, dan pengerasan dilakukan selebar enam meter. “Sebenarnya fungsional jalannya 25 meter, tapi sekarang kita kerjakan enam meter dulu sampai tuntas. Kapasitas jalan berdasarkan perencanaan maksimal 12 ton, tapi beban sebenarnya dihitung berdasarkan MST, bukan sekadar tonase,” tambahnya.
Hidayat menyarankan perhitungan teknis lebih rinci disampaikan oleh Dinas Perhubungan. Namun ia menegaskan seluruh ruas Lingkar Selatan yang belum berlapis keras kini sudah masuk tahap pengerjaan penuh.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post