SAMPIT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Konferensi Cabang tahun 2025, yang menjadi agenda penting dan strategis dalam menentukan arah dan masa bhakti organisasi selama tiga tahun ke depan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen demokratis bagi para insan pers yang tergabung dalam anggota PWI Kotim, tetapi juga ajang refleksi terhadap perkembangan dunia jurnalistik di era digital yang terus berubah dinamis.
Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi ini merupakan sarana konsolidasi organisasi yang sangat penting. Selain itu, pelaksanaan konferensi juga dilakukan secara demokratis melalui sistem pemilihan langsung oleh para anggota yang telah ditetapkan.
“Konferensi ini bukan hanya menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga menandai awal masa bhakti organisasi. Kami menyebutnya masa bhakti, bukan sekadar periode tiga tahun, karena didalamnya terkandung semangat pengabdian terhadap profesi dan organisasi,” ungkap Siti Fauziah dalam sambutannya saat konferensi PWI Kotim, Rabu 14 Mei 2025.
Dalam masa kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir, Siti Fauziah menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme wartawan, yang merupakan inti dari kerja-kerja jurnalistik yang berkualitas. PWI Kotim telah mengadakan sejumlah kegiatan, seperti pelatihan jurnalistik dan beberapa kegiatan lainnya guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
“Saat saya mulai menjabat, jumlah anggota PWI Kotim sebanyak 38 orang. Kini telah meningkat menjadi 49 anggota, dan masih ada 10 orang lainnya yang sedang dalam proses verifikasi. Ini adalah hasil dari upaya kita bersama untuk memperkuat organisasi secara internal,” ujarnya.
Dirinya juga menyinggung bahwa tantangan dunia jurnalistik kini tidak hanya berasal dari kompetisi media seperti masa lalu, tetapi juga hadir dalam bentuk algoritma media sosial dan disinformasi di era digital. Oleh karena itu, PWI harus bertransformasi dan beradaptasi agar tetap relevan dan berpengaruh.
Tema konferensi tahun ini adalah ‘Jurnalisme Berkualitas, Menjawab Tantangan Era Digital’. Tema ini mencerminkan komitmen PWI untuk terus menjunjung etika, integritas, dan profesionalisme wartawan di tengah gempuran informasi cepat yang belum tentu akurat.
“Kami percaya, hanya dengan meningkatkan kualitas jurnalistik, kita bisa menjawab,” ujarnya.
PWI Kotim juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati Kotim, Wakil Bupati, dan jajaran yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam berbagai kegiatan PWI.
“Kami ucapkan terima kasih atas sinergi yang selama ini terjalin kuat. Pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi betul-betul memberikan perhatian terhadap perkembangan dunia jurnalistik di daerah ini,” tambahnya.
Dalam konferensi ini, terdapat lima calon ketua PWI Kotim, termasuk Siti Fauziah sendiri yang kembali mencalonkan diri. Dirinya menegaskan, siapapun yang terpilih nanti, harus mendapat dukungan dari seluruh anggota demi keberlanjutan organisasi.
“Siapapun yang terpilih nantinya semoga bisa membawa PWI Kotim yang positif,” bebernya.
Untuk diketahui bahwa dalam konferensi PWI Kotim tahun 2025 ini, ada lima calon yang akan bertarung untuk merebutkan tongkat estafet kepemimpinan PWI Kotim, yaitu yakni Siti Fauziah sebagai petahana dan juga Direktur Radar Sampit, H. Pujo Darmanto, Dody Rafliansyah, Fathurrachman, dan Rusliadi sebagai Kabiro Kalteng Pos di Kotim.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post