SAMPIT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan kesiapan penuh untuk menggelar konferensi pemilihan ketua PWI Kotim periode 2025-2028. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei 2025 di Gedung Wanita Sampit.
Ketua Panitia, Tono Triyanto, mengungkapkan bahwa persiapan telah rampung 100 persen, mulai dari logistik pemilihan hingga perlengkapan administrasi. “Segala sesuatu telah kami siapkan agar konferensi berjalan lancar dan tertib. Kami berharap pemimpin terpilih nanti mampu membawa PWI Kotim semakin maju,” kata Tono, Selasa 13 Mei 2025.
Konferensi kali ini mengusung tema “Jurnalis Berkualitas, Menjawab Tantangan Era Digital” yang mencerminkan harapan PWI Kotim untuk mencetak jurnalis-jurnalis berintegritas dan profesional di tengah pesatnya perkembangan media digital. Tono menambahkan, tema tersebut dipilih agar wartawan di Kotim semakin terasah dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.
Selain pemilihan ketua, konferensi ini juga akan menjadi ajang konsolidasi bagi para anggota PWI Kotim untuk mempererat solidaritas dan sinergi dalam menjalankan fungsi jurnalistik. “Kami juga berharap agar seluruh anggota PWI Kotim tetap solid dan mendukung program-program yang akan digagas ketua terpilih nantinya,” lanjut Tono.
Gedung Wanita Sampit dipilih sebagai lokasi konferensi karena dianggap representatif untuk menampung seluruh peserta serta memenuhi standar kenyamanan dan keamanan acara. “Kami telah melakukan pengecekan lokasi dan memastikan segala fasilitas pendukung siap digunakan,” tegas Tono.
Sementara itu, ada lima calon kandidat ketua PWI Kotim yang telah ditetapkan. Mereka diprediksi akan membawa visi dan program kerja berbeda untuk memajukan organisasi. Salah satu fokus utama yang akan diangkat adalah peningkatan kompetensi wartawan melalui pelatihan-pelatihan jurnalistik digital serta penguatan jaringan media lokal agar mampu bersaing di era digital.
Tak hanya itu, isu kesejahteraan wartawan juga menjadi sorotan. Beberapa kandidat berencana menggagas program advokasi bagi jurnalis agar lebih terlindungi secara hukum saat menjalankan tugasnya. “Kami ingin PWI Kotim tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga tempat perlindungan dan pengembangan bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.
Dengan persiapan matang dan tema yang relevan, konferensi PWI Kotim tahun ini diharapkan tidak hanya sekadar pemilihan ketua, tetapi juga menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis bagi perkembangan jurnalistik di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post