SAMPIT – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VIII di Ballroom Aquarius Boutique Hotel Sampit, Minggu 27 April 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” dan diikuti pengurus cabang, pengurus ranting, serta perwakilan anggota se Kabupaten Kotim.
Ketua Panitia Muscab VIII, Musrifah Getriawati menyampaikan, musyawarah cabang merupakan forum untuk musyawarah dan menetapkan kebijakan organisasi dalam wilayah cabang berdasarkan kebijakan Pengurus Pusat dan Daerah sesuai AD/ART IBI masa bakti 2023-2028.
“Tujuannya adalah menyampaikan perubahan AD/ART kepada peserta, menyusun dan mengesahkan program kerja cabang, membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, memilih serta melantik ketua dan empat pengurus harian masa bakti 2023-2028,”ujarnya, Minggu 27 April 2025.
Ia menambahkan, Muscab ini dilaksanakan satu kali dalam satu masa bakti kepengurusan, yaitu setiap lima tahun sekali. Sementara Ketua IBI Kotim, Mursyidah, menuturkan Muscab menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten, sebagai wahana konsolidasi dan pembinaan pengurus serta anggota.
“Muscab dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan diikuti Pengurus Ranting serta perwakilan anggota se-Kabupaten Kotim. Dalam Muscab ini dilaporkan hasil program kerja masa bakti 2020-2025, merencanakan program kerja lima tahun ke depan, serta memilih dan mengesahkan ketua dan pengurus harian IBI Kotim masa bakti 2025-2030,” ujarnya.
Terpisah, Penjabat Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol, yang hadir mewakili Bupati Kotim, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin UUD 1945.
“Pembangunan kesehatan adalah bagian penting dari pembangunan nasional yang berkelanjutan dan menyeluruh. UU Nomor 17 Tahun 2023 menegaskan pembangunan kesehatan harus dilakukan secara berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Dia menambahkan, tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut. “Mereka adalah individu yang mengabdikan diri di bidang kesehatan dengan profesionalisme, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan tinggi, serta memiliki kewenangan dalam layanan kesehatan,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Sanggul menyampaikan bahwa IBI merupakan organisasi profesi sekaligus sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan berdasarkan AD/ART yang terus disempurnakan sesuai perkembangan organisasi.
“Muscab menjadi ajang konsolidasi, pembinaan pengurus dan anggota IBI cabang serta ranting, dengan tujuan menjaga eksistensi organisasi, memperkuat posisi IBI sebagai organisasi profesi yang andal, serta meningkatkan kualitas anggota melalui pengembangan pengetahuan,” paparnya. Menurutnya, bidan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan masyarakat dan kemajuan IPTEK.
“Pencapaian tujuan memerlukan semangat perubahan, kolaborasi, dan komitmen pelayanan berbasis bukti. Ini penting untuk memperkuat peran bidan dalam sistem kesehatan nasional, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan stunting di Kotim,” katanya. Mengakhiri sambutannya, Sanggul mewakili Bupati Kotim mengucapkan selamat melaksanakan Muscab VIII IBI 2025.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post