SAMPIT – Harapan besar petani jagung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggantung pada pabrik pakan ternak yang dibangun di Kecamatan Parenggean. Meski bangunan pabrik telah rampung, operasionalnya masih tertunda karena beberapa perbaikan teknis pasca uji coba yang dijadwalkan Desember lalu.
“Pabrik pakan ternak di Parenggean itu sebenarnya sudah jadi. Desember kemarin direncanakan running test, tapi karena ada sedikit yang perlu diperbaiki, jadi operasionalnya tertunda,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kotim, Sepnita, Selasa 8 April 2025.
Pabrik tersebut merupakan proyek dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Pemkab Kotim tidak memiliki kewenangan langsung dalam menetapkan waktu operasional.
Namun, antusiasme dan ekspektasi tinggi datang dari para petani yang berharap hasil panen mereka bisa diolah langsung di daerah sendiri, tanpa bergantung pada pihak luar.
“Sembari menunggu pabrik mulai beroperasi, pemerintah daerah memastikan tidak ada panen yang terbuang sia-sia. Atas instruksi Badan Ketahanan Pangan pusat, Bulog bertugas menyerap hasil panen jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram,”tegasnya.
Namun demikian, terdapat syarat teknis yang harus dipenuhi oleh petani agar jagung mereka dapat diserap oleh Bulog, yakni kadar air jagung minimal harus mencapai 15 persen. Proses pembelian juga cukup sederhana, di mana kelompok tani hanya perlu melapor ke Bulog, dan petugas akan datang langsung ke lokasi untuk membeli serta membayar hasil panen di tempat.
“Hingga kini, sekitar 1,2 ton jagung dari Kecamatan Parenggean telah berhasil dibeli oleh Bulog. Selanjutnya, akan menyasar wilayah lain ketika sudah mulai panen dan jagung dikeringkan sesuai standar,”kata Sepnita.
Dengan hadirnya pabrik pakan ternak dan dukungan dari Bulog, diharapkan sektor pertanian, khususnya produksi jagung di Kotim, semakin berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani.
Bahkan, melihat potensi lahan pertanian yang luas dan dukungan pemerintah pusat, Kotim perlahan tapi pasti bersiap menjadi pusat produksi jagung di Kalimantan Tengah. Jika pabrik pakan mulai beroperasi penuh, bukan tidak mungkin daerah ini menjadi pemain kunci dalam rantai pasok pakan ternak regional.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post