SAMPIT – Pemerintah Kotawaringin Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah pada tahun 2025 ini berkurang dibandingkan tahun 2024 lalu. Yang mana pada 2025 ini Pemerintah hanya menggelar 10 kali kegiatan pasar murah.
“Hal itu karena adanya efisiensi anggaran yang mana untuk kegiatan pangan murah ini anggarannya menggunakan APBD, sehingga kegiatan pangan mengolah juga mengalami dampak dari efisiensi anggaran,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Sepnita, Minggu 23 Maret 2025.
Disebutkannya pada tahun 2024 lalu pihaknya menggelar kegiatan pasar murah sebanyak 35 kegiatan yang tersebar di beberapa titik wilayah kabupaten Kotim Untuk menjangkau seluruh masyarakat.
“Sementara pada tahun 2025 ini hanya ada 10 kegiatan yang dilaksanakan di taman kota, di halaman Masjid Attaqwa pada saat safari Ramadan serta di pasar eks mentaya dan di halaman masjid Al-Ikhlas ketika kegiatan safari Ramadan juga,” bebernya.
Adapun sejumlah komoditi yang diperjualkan dalam pasar murah ini diantaranya gula sebanyak 300 kg, minyak goreng 500 liter, beras 2 hingga 4 ton, bawang merah dan bawang putih 100 kg serta telur dan frozen food yang juga bekerja sama dengan distributor.
“Dalam pelaksanaan pasar murah ini kita juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan pasokan beras dan gula pasir, di mana mereka mendatangkan dari distributor dan sejumlah kelompok tani untuk bergabung menjual hasil panennya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post