SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan kegiatan gebyar ramadhan sebagai ajang silaturahmi dan berbagi keberkahan. Berbagai acara disiapkan sepanjang bulan ramadhan ini antara lain pasar Ramadhan, bazar swalayan UMKM, dan bazar kue tradisional.
“Harapannya melalui kegiatan ini masyarakat dapat menikmati suasana Ramadhan dengan lebih meriah. Selain itu, berbagai kuliner tradisional khas Ramadhan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya kearifan lokal Kotim,” kata Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol, Sabtu 1 Maret 2025. Lanjutnya, kegiatan ini juga diharapkan nantinya makanan yang disajikan agar bersih sehat dan tidak ada unsur yang membahayakan kesehatan sehingga benar-benar higenis.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi, serta mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi dalam mensukseskan acara ini. Mulai dari para panitia, peserta, sponsor, hingga masyarakat yang telah turut serta dalam keberhasilan acara ini,” ungkapnya. Pemerintah Kotim mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya pedagang pasar yang berperan penting dalam perekonomian lokal.
Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, pedagang juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Sebagai bentuk perhatian, pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Sosial melalui jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).
“Dengan perlindungan ini, para pedagang dapat menjalankan usaha dengan lebih aman dan tenang. Upaya ini bertujuan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya. Sementara itu Ketua Panitia Fahrujiansyah mengatakan, kegiatan tahun ini dibuat dengan nuansa yang berbeda yakni gebyar Ramadan dengan sub kegiatan pasar Ramadan, bazar swalayan UMKM dan bazar kue tradisional.
Yang mana peserta untuk pasar ramadhan kurang lebih 55 tenda dengan pedagang sebanyak 108 orng bertempat di depan taman kota jalan S. Parman, dan kurang lebih 60 tenda di jalan yos sudarso dengan kue tradisional. “Kegiatan ini juga diikuti kaum pemuda sebagai penerus generasi selanjutnya, dan diharap bisa memberikan arah kegiatan positif guna menghidari banyak pemuda yang terlibat kelompok seperti balap liar, narkoba dan lainnya yang sangat meresahkan masyarakat,”ungkapnya.
Tambahnya, kegiatan ini diharap meningkatkan omzet para pelaku UMKM selama kegiatan, meningkatkan monat masyarakat dalam mendukung produk lokal, serta melestarikan kuliner tradisional dan khas ramadhan sebagai bagian budaya kearifan lokal Kotim. “Kita juga menghimbau agar kuliner yang disajikan benar sehat dan terhindar dari bahan bahan berbahaya sehingga menjamin dari segi kesehatannya,” tutup Fahrujiansyah.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post