SAMPIT – Aktivis bidang kehutanan di kabupaten Kotawaringin Timur Suparman mendorong agar masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan terutama perusahaan perkebunan di wilayah kabupaten Kotim mengadu kepada satuan petugas (Satgas) Garuda yang telah dibentuk oleh presiden Prabowo Subianto.
“Momentum ini jangan sampai kita lewatkan masyarakat yang berkonflik harus menyampaikan apa yang menjadi masalah selama ini. Terlebih Satgas Garuda memang ditugaskan melakukan identifikasi di lapangan mengenai masalah-masalah perkebunan,”ujarnya, Selasa 18 Februari 2025.
Dirinya juga mengatakan, apalagi selama ini banyak persoalan perusahaan perkebunan di wilayah Kotim dengan masyarakat lokal mulai dari konflik berkepanjangan hingga berujung pada kriminalisasi terhadap warga.
“Tentunya masyarakat sangat berharap tim ini bekerja profesional dan sesuai janji presiden untuk menindak pelanggaran dari pengusaha nakal jangan, sampai ini hanya menjadi macan kertas,”tegasnya.
Diketahui berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan di wilayah kabupaten Kotim akan diinventarisasi Satgas yang dibentuk presiden Prabowo Subianto yang diketuai Menteri Pertahanan, Jaksa Agung Panglima TNI dan Kapolri.
Bahkan Satgas ini disebut-sebut akan melakukan pemeriksaan pada sejumlah pejabat di Kota Sampit yang mana Satgas Garuda akan berkantor di Sampit dengan meminjam sejumlah kantor terutama di Kejaksaan Negeri Kotim.
Berdasarkan pantauan, sudah ada beberapa perusahaan perkebunan yang diindikasi menjadi target operasi di wilayah ini yaitu perusahaan yang tervalidasi dan ditemukan menggarap kawasan hutan tanpa Proses pelepasan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post