SAMPIT – Seluruh kepala desa di kabupaten Kotawaringin Timur diminta untuk berperan aktif mendaftarkan seluruh aparatur desa yang ada di lingkup masing-masing menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Hal itu disampaikan Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum Kotim Muhammad Saleh pada kegiatan diseminasi program jaminan sosial Ketenagakerjaan dalam rangka sinergi membangun ekosistem perlindungan pekerja tingkat desa di Kabupaten Kotim.
“Saat ini ada 113 desa yang sudah memasukkan aparatur desanya menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, sisa 35 desa yang belum. Hal ini penting karena sebagai salah satu jaminan untuk pensiun aparatur desa nantinya,”kata Saleh, Rabu 18 Desember 2024.
Menurutnya, pemerintah daerah bermohon agar seluruh kepala desa yang mengikuti kegiatan diseminasi BPJS Ketenagakerjaan benar-benar memperhatikan materi yang disampaikan.
“Agar memahami informasi yang nantinya bisa membantu mensejahterakan aparatur desa. Kami juga mendorong agar program sosial jaminan ini masuk ke dalam program setiap desa hingga masyarakat kategori rentan,”tegasnya.
Menurutnya, pembangunan manusia yang berkelanjutan harus dibarengi dengan jaminan sosial yang kuat terutama untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing di tengah masyarakat untuk membangun sistem dan lingkungan pekerjaan yang baik.
Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sampit Dwi Ari Wibowo mengajak seluruh kepala desa untuk mengoptimalisasikan peraturan presiden Nomor 2 Tahun 2021 terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk non ASN, aparat desa dan para guru atau tenaga pendidik yang dibiayai di luar PNS.
“Pada saat ini untuk Kotim, desa yang telah terdaftar baru 72% atau 113 desa dari total 168 desa di Kotim. Sehingga harapan kita 2025 bisa 100%,”tegasnya.
Tambahnya, manfaat yang akan diterima jika menjadi kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan yaitu mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, hari tua dan kematian.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post