SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah, melakukan pemeriksaan Kesehatan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan.
Sebanyak 15 WBP menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyakit sekaligus memastikan kondisi fisik yang prima selama masa pembinaan.
Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh Klinik Pratama yang beroperasi di dalam Lapas, dengan tim medis yang dipimpin oleh dr. Kaharudin, serta dua perawat, Devsia dan Mutia. Mereka melakukan serangkaian tes medis mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, hingga pemantauan gejala penyakit lainnya.
Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan profesional, memastikan setiap WBP merasa nyaman selama menjalani pemeriksaan. Hal ini juga menjadi upaya Lapas Sampit untuk menciptakan suasana kondusif di dalam lingkungan pembinaan.
“Kesehatan fisik yang baik akan menunjang stabilitas emosi dan keberhasilan program rehabilitasi yang kami terapkan. Kami ingin WBP merasa diperhatikan, sehingga motivasi mereka untuk berubah menjadi lebih baik semakin meningkat,” kata Kalapas Sampit, Meldy Putera. Selasa, 26 November 2024.
Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari program rutin Lapas untuk menjaga kesejahteraan WBP selama masa hukuman.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek pembinaan mental dan keterampilan, tetapi juga kesehatan fisik Warga Binaan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan yang humanis dan inklusif,” ujar Meldy.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan semacam ini penting untuk mendukung program rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sehingga WBP dapat kembali ke masyarakat dalam kondisi yang lebih baik.
Pemeriksaan kesehatan ini adalah salah satu langkah nyata Lapas Sampit dalam menerapkan pendekatan secara keseluruhan pada pembinaan WBP. Selain layanan medis, Lapas juga secara berkala mengadakan kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran WBP terhadap pentingnya pola hidup sehat.
Dengan langkah-langkah seperti ini, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan fisik dan mental WBP, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pembinaan.
“Kami berharap, dengan adanya pemeriksaan kesehatan rutin ini, setiap WBP dapat menjalani masa hukuman mereka dengan kondisi fisik yang baik dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Kalapas Meldy Putera.
Dengan pendekatan yang humanis dan komprehensif, Lapas Sampit terus berupaya menciptakan perubahan positif bagi para WBP, sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan.
(gus/matakalteng)



















Discussion about this post