SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPA-PPKB), mengadakan pertemuan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan. Pertemuan ini diadakan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menanggulangi dan mencegah kekerasan yang kerap dialami perempuan di wilayah tersebut.
Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa 22 Oktober lalu, melibatkan berbagai narasumber dari LSM Lentera Kartini, Polres Kotim, serta RSUD dr. Murjani Sampit. Dengan mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, pertemuan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan serta meminimalisir risiko penularan penyakit menular seksual yang sering kali berkaitan dengan kekerasan seksual.
Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan mensinergikan peran berbagai pihak terkait dalam menghadapi kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Data yang dihimpun dari Januari hingga September 2024 mencatat 22 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kotawaringin Timur, yang terdiri dari 7 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 6 kasus kekerasan seksual, 4 kasus penelantaran, 4 kasus TPPO, serta satu kasus lainnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius di daerah ini.
Melalui pertemuan koordinasi ini, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan perempuan, serta memberikan masukan yang konstruktif bagi penanganan kasus-kasus kekerasan.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di Kotawaringin Timur. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” ucap Asisten I Setda Kotim, Rihel. Rabu, 23 Oktober 2024.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, pemerintah Kotawaringin Timur optimis bahwa kerja sama lintas sektor akan semakin solid dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan, sehingga kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di masa mendatang dapat diminimalisir secara signifikan.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post