SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan integrasi layanan primer di seluruh Puskesmas di Kotim.
“Sejak tahun 2024, 21 Puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan persiapan pelaksanaan integrasi pelayanan primer di tingkat Puskesmas, Pustu, maupun Posyandu,” ujar Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Rabu, 25 September 2024.
Integrasi layanan primer bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan pada setiap fase kehidupan secara komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. Belum lama, Pemkab Kotim telah dilaksanakan launching integrasi layanan primer bertempat di rumah jabatan Bupati yang dirangkai dengan kegiatan launching RME dan penyerahan kendaraan operasional untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu pada 20 September 2024.
Umar menjelaskan tiga fokus integrasi layanan kesehatan primer, pertama pelayanan berdasarkan siklus hidup. Layanan kesehatan akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap fase kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Kedua, mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring dan jaringan: Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Ketiga itu memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui digitalisasi dan kunjungan rumah. Pemantauan kesehatan masyarakat akan dilakukan secara digital dan dengan kunjungan rumah untuk memastikan akses dan kualitas layanan kesehatan terpenuhi,” sebutnya.
Ia menekankan bahwa dukungan berbagai sektor diperlukan dalam suksesnya penerapan integrasi layanan primer.
“Mari bersama kita wujudkan integrasi layanan primer di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk sistem kesehatan yang kuat dan masyarakat yang kuat,” ajak Umar.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post