SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya upaya ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
“Percepatan penurunan stunting sangat erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia. Kita ingin membangun SDM Kalteng yang sehat, cerdas, inovatif, dan berkarakter unggul. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kami, khususnya dalam misi keempat untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing,” ujar Gubernur Kalteng Sugianto, Kamis 5 September 2024.
Itu ia ungkapan saat temu kerja Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kalimantan Tengah Tahun 2024 yang dilaksanakan di Sampit Kabupaten Kotim.
Gubernur juga menyinggung keputusannya tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalteng yang telah diterbitkan. Ia menegaskan bahwa pembentukan TPPS ini telah diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah.
“Untuk menjabarkan berbagai jenis kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting, kami telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2023-2024,” tambahnya.
Gubernur juga mengingatkan kembali peran penting perangkat daerah/instansi di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah desa dalam melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan program percepatan penurunan stunting sesuai kewenangan masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program dan kegiatan intervensi berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Saya berharap semua pihak dapat konsisten dan tepat waktu dalam menyampaikan laporan kegiatan. Hasil intervensi serentak yang telah dilaksanakan pada bulan Juni yang lalu harus segera ditindaklanjuti agar anak-anak yang termasuk dalam kategori gizi buruk dan berat badan kurang dapat segera tertangani. Hal ini penting untuk mencegah munculnya kasus stunting baru,” tegasnya.
Gubernur Sugianto menekankan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan prioritas utama pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Saya berharap dengan upaya bersama, Kalteng dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan yaitu 14 persen,” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post