SAMPIT – Pelaku seni di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap adanya apresiasi dan perhatian daerah agar kesenian di daerah tersebut dapat terus dilestarikan di era modernisasi ini.
“Peminat kesenian di Kotim khususnya generasi mudah terbilang cukup tinggi. Namun hal ini tidak dibarengi dengan apresiasi dari penyelenggaraan event,” kata Ektra Jaya, salah satu pelaku seni dan pemilik sanggar kesenian di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu 26 Agustus 2024.
Kesenian daerah merupakan warisan takbenda yang perlu dijaga kelestariannya. Sayangnya, apresiasi masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap seni masih minim, sehingga para pelaku tidak mendapatkan apresiasi yang seharusnya mereka dapatkan.
“Kurangnya apresiasi ini dikhawatirkan bisa mengancam perkembangan serta eksistensi kebudayaan daerah kita. Seperti lomba menari itu hadiahnya tidak seberapa alias minum di Kotim ini, tidak seperti di kabupaten lainnya,” ucapnya.
Padahal dijelaskan Ektra, perkembangan seni di Kotim ini sangat maju dan minat anak-anak banyak sekali. Diakuinya, di Kotim sering diadakan event lomba, namun hadiah yang diberikan tidak sesuai.
“Kalau di kabupaten lainnya hadiahnya banyak, juara 1 itu bisa Rp 5 juta. Sedangkan di Sampit juara 1 paling Rp 1 juta, itu pun ada biaya pendaftaran yang lumayan mahal. Jadi apresiasinya masih kurang,” ujarnya.
Padahal, berdasarkan pengalamannya, setiap kali ada event, peminat atau pesertanya lumayan banyak. Bahkan bisa mencapai 20 peserta setiap kali event digelar. Mereka pun menurutnya selalu totalitas, baik dari sisi penampilan maupun berlatih secara intensif.
Saat ini kata dia pelaku seni yang banyak sekarang ini rata-rata berusia remaja. Sedangkan untuk usia dewasa atau orang tua sudah sangat minim. Padahal menurutnya siapa saja bisa melestarikan kesenian, dan tak mengenal usia mau muda ataupun tua.
“Jujur saja pelaku seni sudah sangat jarang yang tua, lebih banyak remaja. Kesenian sebenarnya tidak mengenal usia, kalau memang dia benar-benar mencintai seni, itu yang terpenting,” tuturnya.
Ia pun meminta kepada pemerintah daerah setempat agar selalu melibatkan pelaku seni dalam setiap kegiatan. Tampilnya para pelaku seni menjadi motivasi tersendiri bagi mereka. Karena dengan terpublikasinya kesenian tersebut di depan khalayak, berarti bahwa karya mereka di apresiasi.
“Harapan saya pemerintah dapat mendukung para seniman daerah. Dan selalu gunakan jasa dari pelaku seni. Baik seni musik, seni tari di setiap event. Biar masyarakat juga tahu bahwa seni itu selalu ada. Dan juga agar para remaja yang sekarang giat berlatih tidak hanya merasa sekedar latihan saja, tapi giat mereka berlatih ini juga digunakan, dimanfaatkan,” tandasnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post