SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (PPPAPPKB) Kotim menyerahkan hibah Bina Keluarga Balita Stunting kepada 32 desa/kelurahan.
“Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting, khusunya di wilayah Kotim. Juga dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sebagai salah satu strategi menghadapi bonus demografi pada tahun 2030,”kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa 20 Agustus 2024.
Disebutkannya, bantuan hibah tersebut berupa sarana alat bantu, penyuluhan seperangkat alat permainan edukatif, poster pengukur tinggi badan dan seperangkat media materi penerapan pengasuhan 1000 hari pertama kelahiran untuk menurunkan prevalensi stunting yang diserahkan kepada 32 desa/kelurahan di Kotim.
“Secara simbolis sudah kita serahkan kepada perwakilan dari BKB Tunas Jaya Agung Kelurahan Baamang Barat, BKB Mawar Kelurahan Mentaya Seberang dan BKB Pelangi Kelurahan Sawahan dalam acara resepsi kenegaraan,”bebernya.
Mengacu data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) dari Dinas Kesehatan Kotim, jumlah balita pendek dan sangat pendek di Kabupaten Kotim sebanyak 1.943 anak atau 18 persen dari total 10.526 balita yang diukur pada bulan timbang Desember 2023.
Sedangkan berdasarkan pendataan keluarga tahun 2023 jumlah keluarga berisiko stunting sebanyak 20.319 keluarga atau 36,51 persen dari total 55.646 jumlah keluarga sasaran.
“Pemerintah berkomitmen bersama untuk merencanakan, menganggarkan dan melaksanakan pencegahan dan penurunan stunting. Penyelesaian masalah stunting tentunya tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Oleh sebab itu perlu adanya komitmen bersama agar penanganan masalah ini dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post