SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan kepribadian terhadap seluruh warga binaannya, termasuk para warga binaan perempuan.
Salah satu kegiatan pembinaan yang konsisten dijalankan adalah pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an, yang dilaksanakan secara rutin di blok wanita Lapas tersebut. Kegiatan ini mendapat bimbingan langsung dari para pembimbing keagamaan yang didatangkan dari Kementerian Agama Kotawaringin Timur (Kotim).
Kegiatan pengajian tersebut berlangsung dengan khidmat. Para warga binaan wanita terlihat tekun dan antusias mengikuti setiap sesi, dengan harapan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang agama Islam serta meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an.
Isnawati, salah satu narapidana yang turut serta dalam kegiatan ini, menyampaikan rasa syukurnya karena berkat ketekunannya, ia kini mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih lancar dan benar.
“Setiap jadwal pengajian, saya selalu hadir dan mengikuti dengan serius. Dibimbing oleh pengajar dari Kementerian Agama, kini saya bisa membaca Al-Qur’an dengan lebih lancar dan sesuai dengan tajwid yang benar,” ucap Isnawati. Kamis, 8 Agustus 2024.
Gandung, selaku Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Registrasi dan Bimkemas) Lapas Sampit, menjelaskan bahwa selain pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an, pembinaan keagamaan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain yang bertujuan menambah pengetahuan agama bagi para warga binaan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan warga binaan agar pandai dan lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang lebih luas.
“Selain pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an, kami juga menyelipkan kegiatan lain yang dapat menambah pengetahuan keagamaan mereka, seperti ceramah agama, tata cara penyelenggaraan jenazah, dan lain-lain. Ini semua kami lakukan agar mereka tidak hanya cerdas dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam,” ungkap Gandung.
Lebih lanjut, Gandung menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan pembinaan yang digelar ini, para warga binaan wanita di Lapas Kelas IIB Sampit dapat meningkatkan ilmu agama mereka, serta membentuk keimanan dan ketakwaan yang lebih kuat. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara sesama warga binaan, tanpa memandang perbedaan apapun.
“Kegiatan ini kami harapkan tidak hanya menambah ilmu agama, tetapi juga memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka. Selain itu, ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa persaudaraan di antara sesama warga binaan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis di dalam Lapas,” tambahnya.
Kegiatan pengajian dan belajar membaca Al-Qur’an di Lapas Sampit berjalan dengan lancar dan tertib. Para warga binaan wanita tampak semakin semangat dan termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman. Dengan dukungan dari para pembimbing keagamaan dan pihak Lapas, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka setelah menyelesaikan masa pidana.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post