SAMPIT – Pasca diguyur hujan lebat selama beberapa hari, titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkurang bahkan tidak ditemukan satu titik. Pasalnya, hujan yang turun dengan intensitas tinggi mampu memadamkan sejumlah titik panas yang sebelumnya diketahui masih ada api di bawah tanah, khususnya di kawasan tanah gambut.
“Saat ini seluruh wilayah di Kotim dalam kategori aman atau tidak mudah terbakar, karena tanah-tanah masih basah pasca hujan kemarin. Bahkan dari informasi BMKG juga terdapat pertumbuhan awan signifikan di seluruh wilayah Kotim,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Sabtu 3 Agustus 2024.
Lanjutnya, saat ini yang perlu diwaspadai selain potensi kebakaran hujan dan lahan juga pohon tumbang, karena angin belakangan ini bertiup lebih kencang dibanding biasanya dan mampu merobohkan pohon bahkan membuat perkiraan gelombang menjadi tinggi.
“Bagi yang berkegiatan di pinggir pantai maupun di laut juga lagi mau berhati hati karena berdasarkan informasi BMKG ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2 m, yang dapat membahayakan pelayaran terutama bagi kapal nelayan kecil atau nelayan tradisional,”tegasnya.
Tambahnya, meski saat ini berdasarkan peta kondusif Kotim terbilang cukup aman dari terjadinya kebakaran namun bukan berarti masyarakat di sana. Pasalnya saat ini Koti masi memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Yang mana biasanya pada masa ini cuaca sulit diprediksi, terkadang panas yang sangat menyengat dan terkadang turun hujan dengan intensitas sangat tinggi.
“Namun memang, jika dibandingkan tahun sebelumnya durasi kemarau tahun ini diperkirakan lebih pendek dan tingkat kekeringannya lebih rendah,” tutupnya. Sebelumnya diketahui di wilayah Kotim sempat terjadi peningkatan. Panas yang signifikan sebelum diguyur hujan lebat, bahkan hampir mencapai 30 kejadian selama awal tahun 2024.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post