SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan, sampai dengan saat ini Pemkab Kotim terus berupaya melobi pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan jaringan listrik di daerah Kotim agar seluruh wilayah Kotim terkoneksi listrik.
“Mohon dukungan dan doa masyarakat Kotim, semoga apa yang kita upayakan dapat segera terealisasi. Yang mana kita juga sudah melakukan penandatanganan MoU antara pemerintah daerah dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, dan Seruyan untuk komitmen memberikan kemudahan masuknya listrik ke desa-desa,”ujarnya, Jumat 12 Juli 2024.
Dirinya berharap di tahun 2024 desa di Kotim hingga ke pelosok sudah bisa teraliri jaringan listrik. Tidak hanya itu, untuk desa-desa yang blankspot agar di tahun ini juga sudah bisa masuk jaringan internet.
“Saya ingin bagaimana nanti desa kita sampai ke pelosok tidak ada lagi yang tidak masuk jaringan listrik, begitu juga tidak ada lagi yang blankspot. Sedangkan di dalam kota sesuai dengan visi misi Harati yaitu Sampit bersih, bebas banjir dan terang dan ini secara bertahap sudah kita lakukan,” tegasnga.
Apalagi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat hadir pada hari jadi Kotim ke-71 beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa pemerintah provinsi akan membantu kelistrikan untuk sejumlah desa yang teraliri jaringan listrik dengan anggaran Rp1 miliar per desa.
Bahkan dari tahun 2024 ke 2025 ada 25 desa di Kotim yang akan dibantu energi di bidang kelistrikan. Yakni Rp1 miliar per desa untuk PLTS. Dengan harapan tahun 2025 mendatang di Kabupaten Kotim semua rumah sudah memiliki listrik.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng tahun ini sudah menganggarkan sekitar Rp130 miliar untuk desa seluruh Kalteng, sehingga tahun 2024 menuju tahun 2025 nanti tidak ada lagi desa yang tidak teraliri listrik.
“Semoga hal itu dapat terealisasi sehingga Kotim bisa menjadi kabupaten yang nyaman ditinggali dan para investor juga yang datang ke Kotim. Kita ingin Kotim ini aman dan nyaman bagi semua masyarakat yang ada di kota termasuk para investor,” kata Halikinnor.
Ia juga mengingatkan agar para investor di daerah ini bisa menjalankan kewajiban terhadap pemerintah seperti program CSR dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan serta memerangi kebodohan di bidang sumber daya manusia.
“Dan nantinya apabila ada pemasangan jalur jaringan listrik yang melewati perusahaan kami harap dapat difasilitasi agar bisa melewati perusahaan menuju ke desa desa yang sulit dijangkau terutama yang berada disekitar perusahaan,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post