SAMPIT – Rotan merupakan salah satu hasil bumi yang melimpah di Kalimantan Tengah (Kalteng) Khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Nilai jual rotan terbilang cukup tinggi sejauh ini. Oleh sebab itu kerajinan berbahan baku rotan terus dikembangkan di Kabupaten Kotim.
“Rotan ini sangat berlimpah di daerah kita dan nilai jualnya masih tinggi,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Sabtu 6 Juli 2024.
Hampir di setiap kecamatan tumbuhan rotan dengan nama lain Calamus Javensis ini ditemukan. Dengan nilai jual yang masih cukup tinggi, masyarakat harus dapat memanfaatkan dengan mengolahnya menjadi kerajinan.
Pasalnya tumbuhan yang masih sekelompok palma dari puak (Tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat ini dapat diolah berbagai kerajinan mulai dari peralatan rumah tangga kursi, meja bahkan asesoris yang banyak digemari oleh kaula muda seperti gelang.
“Jadi rotan bisa juga diolah menjadi asesoris yang trend dikalangan muda. Ini potensi sekali. Makanya saya sangat mengapresiasi ketika Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) melakukan pelatihan anyaman rotan di Desa Patai bagi UMKM, belum lama ini,” ucapnya.
Program pelatihan ini merupakan kerjasama Pemkab Kotim dengan Pemerintah Provinsi Kalteng dalam pemberdayaan budidaya anyaman rotan bagi UMKM. Mereka, UMKM di Desa Parit Kecamatan Cempaga itu satu per satu melakukan penganyaman rotan yang telah diolah sebelumnya untuk menjadi gelang trend yang digemari anak-anak zaman sekarang.
Pengembangan kerajinan rotan itu terus dilakukan agar UMKM Kotim juga bisa bersaing dengan daerah luar dibarengi dengan nilai jual masyarakat yang semakin hari semakin tinggi.
“Untuk Kotim sendiri pengelola anyaman rotan ini sangat berpotensi besar untuk UMKM. Selain bisa meningkatkan nilai ekonomi namun juga bisa memperdayakan masyarakat sekitar. Saya sudah minta camat setempat untuk disediakan pojok UMKM di kantor camat maupun di kantor desa setempat untuk menjual belikan hasil karya UMKM seperti hasil karya rotan itu,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post