SAMPIT – Kepala Sekolah Dasar (SD) 1 Setiruk Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juwarsih mengeluhkan tunjungan khususnya diputus saat ini. Padahal tempatnya bertugas masuk dalam wilayah sangat terpencil yaitu di ujung desa kecamatan tersebut.
“Pak kenapa tunjungan khusus kami hilang, padahal kami ini mengajar di ujung dunia, sementara sekolah yang di tengah desa saja dapat, ” katanya, belum lama ini.
Itu ia sampaikan langsung kepada Bupati Kotim Halikinnor saat dirinya bertemu membahasa TPP. Namun pada kesempatan itu ia langsung mengungkapkan keluhannya tersebut.
Disampaikan, padahal sebelumnya dirinya mendapatkan tunjungan khusus itu, karena memang seusai dengan katagori yaitu daerah terpencil. Desa Setiruk merupakan desa yang berada di Kecamatan Pulau Hanaut. Akses menuju desa tersebut dari Kota Sampit memerlukan waktu sekitar 2-3 jam menggunakan transportasi air.
Berdasarkan ketentuan, guru yang bertugas di derah terpencil mendapatkan tunjungan khusus tersebut. Namun saat ini guru di sekolah SD 1 Setiruk tidak lagi mendapatkan tunjungan itu.
“Mungkin karena pihak desa memasukan data desanya sudah maju padahal wilayah terpencil. Mungkin gara-gara ada tower dan jaringan listrik masuk sekalipun dalam seminggu hanya hidup dalam 2 hari saja lebih sering matinya,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Kotim Kotim Halikinnor minta dinas terkait. Penyebab diberhentikannya tunjungan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil itu.
“Dinas Pendidikan telusuri itu, ini menyangkut kesejahteraan guru kita,” tegasnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post