SAMPIT – Sebaran banjir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin meluas, yakni desa yang terdampak per 30 Mei 2024 ini bertambah dibandingkan hari sebelumnya. Di mana terdapat 21 desa yang terdampak banjir khususnya di wilayah utara Kotim.
“Dari update informasi terakhir sore kemarin sudah ada 21 desa yang terdampak, tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu dan Bukit Santuai,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Kamis 30 Mei 2024.
Disebutkannya, desa terdampak banjir di Telaga Antang yakni Desa Tumbang Sangai, Desa Tukang Langit, Desa Rantau Katang, Desa Tumbang Mangkup, Desa Tumbang Bajanei, Desa Tumbang Boloi, Desa Rantau Sawang, Desa Luwuk Kowan, Desa Rantau Suang, Desa Tumbang Puan dan Desa Rantau Tampang.
“Awalnya hanya 15 desa yang terdampak banjir, kemudian menyebar menjadi 20 desa dan kini menjadi 21 desa. Diperkirakan banjir masih akan meluas mengingat masih ada beberapa desa yang belum melaporkan kondisi terkini banjir karena keterbatasan telekomunikasi,”ujarnya.
Sementara itu banjir yang terjadi di Kecamatan Antang Kalang yakni di Desa Tumbang Manya, Desa Tumbang Kalang dan Desa Sungai Hanya. Kemudian di Kecamatan Mentaya Hulu terjadi di Desa Kuala Kuayan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan dan Desa Tangkarobah.
Sedangkan di Kecamatan Bukit Santuai banjir terjadi di Desa Tumbang Penyahuan, Desa Tumbang Tilap, Desa Tumbang Getas, Desa Tumbang Keminting, Desa Tanah Haluan, Desa Tewei Hara, Desa Tumbang Getas dan Desa Tumbang Sapia.
“Ketinggian banjir bervariasi, yang paling tinggi ada sampai dada orang dewasa dan merendam rumah-rumah warga. Untuk itu besok 31 Mei 2024 kita akan menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir di Kotim Tahun 2024. Rapat nanti bersama Bupati Kotim di kantor BPBD Kotim untuk menentukan langkah selanjutnya,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post