SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG) H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut masyarakat dan pemerintah daerah setempat diminta untuk selalu waspada di masa transisi yaitu peralihan musim hujan ke kemarau.
“Perlu diwaspadai kalau masa transisi itu biasanya terjadi cuaca ekstrem, baik itu tanah longsor atau lainnya,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BMKG H. Asan Sampit, Mulyono Leonardo, Sabtu 4 Mei 2024.
Berdasarkan prakiraan saat ini masih masuk musim hujan. Karena berdasarkan data citra satelit adanya suhu awan sampai minus 100 derajat. Itu mengindikasikan daerah itu berpotensi hujan sangat lebat akan terjadi di Kotim khususnya Kota Sampit dan sekitarnya.
“Sedangkan untuk musim kemarau kita itu terjadi pada Agustus 2024. Awal dari tanggal 1-10 Agustus 2024 itu memasuki musim kemarau. Jadi diantara masa-masa itu harus diwaspadai,” ingatnya.
BMKG juga mengingatkan akan terjadi puncak hujan di bulan April ini. Sehingga perlu waspada juga terhadap bencana banjir susulan. Diketahui saat ini ada sekitar enam kecamatan yang sedang dilanda banjir meski sebagian besar mulai surut.
“Di tahun 2024 ini puncak hujan ada di bulan April, kemudian di Desember. Jadi kita harus tetap waspada terhadap bencana banjir,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post