SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar gerakan pangan murah. Sejumlah komoditi tersedia pada kegiatan tersebut dijual dengan harga lebih miring. Ini untuk menstabilkan harga pangan salah satunya beras jelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.
“Kegaitan ini serentak dilakukan di 38 Provinsi 514 kabupaten/ kota. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotim,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Senin, 1 April 2024.
Disampaikannya, harga sejumlah komoditi di wilayah itu salah satunya beras cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik komoditas yang cukup panjang sehingga harga di tingkat konsumen akan jauh lebih tinggi dibandingkan di tingkat produsen.
Sehingga untuk memangkas rantai distribusi panas, digelar gerakan pangan murah yang merupakan operasi pasar murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok dan harga terjangkau.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan jelang Hari Raya Idulfitri, meningkatkan daya beli masyarakat, serta untuk keseimbangan ketersediaan bahan pangan. Selain itu juga untuk mengendalikan inflasi daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut Irawati mengatakan, menjelang hari besar keagamaan nasional Idulftri ini harga sebagian besar bahan pokok cukup stabil tapi yang perlu mendapat perhatian adalah kenaikan beras yang beberapa bulan ini menjadi penyumbang inflasi.
Disebutkannya, inflasi di Kota Sampit pada bulan Februari tahun 2024 sebesar 0,08% meningkat tapi peringkat ke 70 Kota inflasi dengan nilai inflasi tahun ke tahun sebesar 4,18%. Sedangkan pada bulan Mei tahun 2023 lalu berada diangka 0,37%, menempati urutan ke-22 kota inflasi dengan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,6%.
“Komoditas yang memberikan andil inflasi di bulan Mei antara lain daging ayam ras, kangkung, bayam, semangka, bawang putih, beras dan lainnya. Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam pengendalian inflasi selain gerakan tangan murah hari ini adalah dengan melaksanakan pasar murah secara rutin di kelurahan kelurahan, desa dan kecamatan,” ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita mengungkapkan gerakan pangan murah ini merupakan operasi pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kesejangkauan harga pangan meningkatkan daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi daerah. Sehingga gerakan pangan murah ini merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap kepedulian terhadap masyarakat untuk menstabilkan harga dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Diungkapkannya, pada gerakan pangan murah itu komoditas yang disediakan pada gerakan pangan murah ini terdiri dari beras SPHP yang disediakan oleh Bulog sebanyak 5 ton, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit telur ayam ras, telur itik, gula, sayuran dan buah-buahan yang disediakan oleh kelompok tani serta UMKM.
“Pada kesempatan ini beras yang dijual sebanyak 5 ton yang mana pada harga pasar itu harganya Rp14.000 tetapi pada hari ini kita juga 11.000 dan komoditi-komoditi lain yang kita jual dengan harga di bawah harga pasar. Semoga kegiatan kita ini bisa membantu warga kita untuk memenuhi kebutuhan pangan jelang Idulfitri,” harapnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post